Konten Media Partner

Hati-hati Pakai Pelampung Leher Bayi untuk Berenang

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi berenang pakai pelampung leher. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bayi berenang pakai pelampung leher. Foto: Pixabay

Pelampung leher bayi kian populer untuk dipakai ketika Si Kecil berenang. Pelampung ini memungkinkan bayi mengapung bebas di air. Namun penggunaan pelampung leher pada bayi ternyata berbahaya. Hal ini lantaran penggunaan pelampung leher dapat menyebabkan cedera leher pada bayi. Bahkan American Academy of Pediatric (AAP) telah melarang penggunaan jenis pelampung ini.

Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr dr Roedi Irawan MKes SpA(K) angkat bicara mengenai hal ini. Prof Roedi mengungkapkan bahwa ada beberapa kondisi penggunaan pelampung leher yang dapat menyebabkan cedera. Pertama, pemakaian pelampung leher yang terlalu ketat.

“Kalau terlalu ketat akan membuat bayi menjadi kesulitan bernapas,” katanya, Selasa (10/1).

Kedua, penggunaan pelampung leher terlalu sering. Penggunaan ini dapat membuat otot-otot leher menjadi kaku dan tegang.

“Kondisi ini berisiko menimbulkan cedera otot leher yang berpengaruh pada pertumbuhan tulang belakang bayi,” tuturnya.

Ketiga, berisiko bayi tenggelam. Jika penggunaan pelampung leher tidak tepat atau tidak sengaja mengempis, maka akan menyebabkan bayi tenggelam. Penggunaan pelampung leher pada bayi ini harus mendapat pengawasan yang ketat.

Keempat, penggunaan pelampung leher dapat mempersempit ruang gerak bayi. Bayi akan kesulitan menoleh, berekspresi, atau menyentuh bagian kepala menggunakan tangan.

“Ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman karena kesulitan melakukan gerakan,” paparnya.

Prof Roedi menegaskan bahwa penggunaan pelampung leher pada bayi tidak dianjurkan. Tapi hal ini bukan alasan untuk tidak mengajak bayi berenang. Ada beberapa alternatif lain selain penggunaan pelampung leher bayi. Misalnya ban lengan atau sayap air, hingga alat terapung seperti mainan tiup bayi.

Prof Roedi menerangkan bahwa berenang adalah kegiatan yang menyenangkan bagi bayi. Jika bayi belum bisa berenang, tak ada salahnya untuk mengajarkan bayi berenang sejak dini. Prof Roedi menyatakan berenang merupakan salah satu olahraga yang menyenangkan bagi bayi. Ia juga menyarankan untuk mengajar bayi berenang selama 10 menit saja.

“Kemudian tingkatkan waktunya secara bertahap. Bayi di bawah 12 bulan tidak dianjurkan berada di dalam kolam renang lebih dari 30 menit per sesinya,” tutupnya.