Pencarian populer

Heri Purnomo Masuk 25 Hafiz Cilik Terbaik Se Jawa Bali

Iluastrasi Alquran. Gambar oleh falco dari Pixabay
Kehilangan fungsi penglihatan sejak usia 6 bulan tak mengecilkan semangat Heri Purnomo, siswa kelas 1 Sekolah Luar Biasa (SLB) A Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya. Justru, Heri berhasil menghafal 18 juz Alquran dan sejumlah surat-surat pendek mulai dari An Naba' sampai Al Humazah.
ADVERTISEMENT
"Dia sebenarnya sudah hafal 18 juz tapi ada beberapa makroj bacaan yang perlu diperbaiki. Ustaznya minta diulang lagi dari awal dan sekarang Alhamdulillah sudah berhasil menyelesaikan 5 juz sejak diulang, yaitu juz 1, 2, 30, 29, dan 28," jelas sang ibu, Sufi, saat ditemui Basra, Selasa (7/5).
Menyadari bakat yang dimiliki sang putra sulung dalam hafalan Alquran, Sufi pun kerap mengikutsertakan Heri dalam berbagai lomba hafiz.
"Saya tidak menganggap anak saya berbeda. Dia sama seperti anak lainnya. Itu kenapa saya ikutkan dia lomba hafiz yang juga diikuti anak-anak normal lainnya," tegas ibu tiga anak ini.
Keyakinan yang dimiliki Sufi membuahkan hasil yang menggembirakan. Meski harus beradu hafalan Alquran dengan anak normal lainnya, Heri mampu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Dalam berbagai lomba hafiz yang diikuti, Heri selalu mampu menjadi juara.
Foto : Masruroh/Basra
Bahkan dalam lomba dengan konteks yang lebih luas, Heri mampu masuk dalam jajaran 25 besar lomba hafiz se Jawa Bali.
ADVERTISEMENT
"Barusan ikut yang di Mojokerto untuk tingkat se Jawa Bali, ada 428 peserta dan Heri masuk 25 besar," ujar Sufi bangga.
Meski kerap mengikutsertakan Heri dalam berbagai lomba hafiz, namun Sufi menegaskan jika dirinya tak pernah memaksa Heri. Justru Heri terlihat sangat antusias setiap kali akan mengikuti lomba hafiz.
"Saya tidak pernah memaksa Heri, semua atas kemauan Heri. Sebagai orang tua, saya dan ayahnya hanya memfasilitasi apa yang jadi kemauan Heri," tukas Sufi.
Rutinitas mengaji dijalani Heri usai sekolah. Bocah berusia 10 tahun itu setiap hari selama dua jam rutin kursus membaca dan menghafal Alquran.
Selain piawai dalam hal hafalan Alquran Heri juga memiliki bakat di bidang musik. Sebuah gitar di rumah kerap dimainkan Heri saat senggang. Tentang kepiawaian Heri bermain alat musik, Suci menuturkan jika itu didapatkan secara otodidak.
ADVERTISEMENT
"Heri tidak kursus musik, memang tidak saya ikutkan kursus musik karena saya ingin dia fokus mengaji. Fokus dengan hafalan Alquran," kata Sufi.
Menurut cerita Sufi, Heri sejatinya terlahir kembar namun saudara kembarnya hanya mampu bertahan hidup selama dua hari. Heri lahir prematur dengan bobot hanya 900 gram, tapi Heri bisa bertahan hidup. Namun kenyataan pilu harus diterima Sufi dan sang suami, Slamet Junaedi. Di usia 6 bulan, Heri harus kehilangan penglihatannya karena adanya pendarahan pada kornea mata. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86