Hijaukan Bumi, Siswa di Surabaya Bagikan 200 Tanaman Belimbing Wuluh dan Ubi
ยทwaktu baca 2 menit

Melestarikan lingkungan bisa dilakukan oleh siapa saja di bumi ini. Salah satunya yakni dengan menanam tanaman bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.
Seperti tanaman belimbing wuluh dan tanaman ubi jalar yang bisa diolah menjadi makanan, dan minuman herbal berkhasiat.
Hal inilah yang dilakukan oleh Rafa Erlangga Putra dan Eveline Anuriyadin yang mensosialisasikan proyek lingkungan mereka, dan membagikan ratusan tanaman belimbung wuluh dan ubi jalar kepada warga di Kampung Herbal Kelurahan Nginden Jangkungan, Surabaya.
Kepada Basra, Rafa bercerita jika tanaman tersebut diberikan guna menambah koleksi tanaman yang ada di Kampung Herbal.
Selain itu ia berharap, tanaman tersebut bisa dibagikan kepada warga dan memberikan manfaat.
Seperti diketahui, dalam buah belimbing wuluh, terdapat banyak kandungan mineral, seperti fosfor, kalsium, dan zat besi. Selain itu, belimbing wuluh juga terkenal memiliki kandungan antioksidan dan zat bersifat astringen.
"Belimbing wuluh ini memiliki efek antidiabetes, antihipertensi, antitrombotik, antikanker, dan penyembuhan luka karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang kuat," kata Rafa.
Rafa menuturkan, jika Belimbing wuluh juga dapat diolah menjadi minuman herbal dan selai.
"Belimbing wuluh ini juga bisa dibuat sirup. Caranya, buah yangg sudah dipetik dicuci bersih, setelah itu dihaluskam untuk diambil ektraknya. Selanjutnya ditambahkan air dan dimasak sampai mendidih lalu ditambahkan gula secukupnya. Nah gula ini fungsinya untuk mengurangi rasa asam. Kalau ingim lebih segar bisa ditambahkan air es," jelasnya.
Sementara itu, Eveline menuturkan salah satu manfaat tanaman ubi jalar adalah baik untuk kesehatan kulit karena mengandung vitamin A, C dan E.
Bahkan, siswa dari SDN Nginden Jangkungan 1 ini bisa mengolahnya menjadi masker untuk menghilangkan jerawat. Caranya, daun ubi jalar yang sudah dicuci, direbus dan dihaluskan untuk diambil ampasnya.
"Nah ampas ini tadi bisa langsung digunakan untuk masker, atau ditempelkan ke area yang berjerawat," tuturnya.
Ia pun berharap, adanya penghijauan ini bisa membuat lingkungan semakin asri, dan oksigen di bumi semakin baik.
"Semoga semakin banyak warga yang mau untuk menana dan membudidayakan tanaman ini. Dan semoga Surabaya bisa lebih bersih, asri, dan terbebas dari sampah plastik," pungkasnya.
Sementara itu, Eka Sri Lestari salah satu ibu PKK di Kampung Herbal ini mengaku senang dengan adanya tanaman yang diberikan kepada warga.
Nantinya tanaman tersebut akan di tanam dibeberapa rumah warga dan di taman kampung. "Tentunya ini sangat bermanfaat bagi warga, dan sesuai dengan program-program yang ada di kampung sini. Sehingga nanti warga bisa memanfaatkannya, entah untuk memasak atau dijadikan sesuatu," pungkasnya.
