Ibunda Korban Ambrolnya Perosotan KenPark: Tak Ada Pengawasan di Wahana

Konten Media Partner
9 Mei 2022 12:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ibunda Korban Ambrolnya Perosotan KenPark: Tak Ada Pengawasan di Wahana (61677)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Ambrolnya perosotan wahana Waterpark Kenjeran Park (KenPark) membuat belasan pengunjung terluka. Salah satunya Hasan Nasrullah (16 tahun). Atas musibah tersebut, Umik Rina, ibunda Hasan menyayangkan minimnya pengawasan di dalam wahana.
ADVERTISEMENT
"Kondisinya lagi ramai tapi enggak ada pengawasan. Ada pegawai disana ya cuma berdiri-berdiri aja, enggak mengatur lalu lalang pengunjung," tukas Unik Rina, saat ditemui di kediamannya di kawasan Ngagel, Senin (9/5).
Apalagi wahana perosotan KenPark, disebut Umik Rina, tak ada petugas yang berjaga. Alhasil, pengunjung pun berjubel saat naik ke wahana tersebut.
"Kata si Hasan sama adik-adiknya, enggak ada yang jaga di atas. Biasanya kan kalau wahana perosotan gitu apalagi yang tinggi pasti ada yang jaga di atas, yang ngatur pengunjung ketika mau meluncur ke bawah. Ini mah enggak ada (petugas), padahal tiket masuknya mahal," ujar Umik Rina dengan logat Sunda yang kental.
Dikatakan Umik Rina, masuk ke wahana Waterpark Kenpark dikenai tiket masuk Rp 40 ribu per pengunjung. Ini belum termasuk tiket masuk di depan yang dibanderol Rp 5 ribu per pengunjung.
ADVERTISEMENT
"Sebelum masuk KenPark itu kita bayar Rp 5 ribu per orang, driver enggak bayar. Terus mau masuk ke wahana Waterpark bayar lagi Rp 40 ribu per orang. Jadinya berapa tuh? Rp 45 ribu per orang kan," tandasnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Yang membuat Umik Rina miris, usai insiden ambrolnya perosotan wahana Waterpark, tak ada satupun perwakilan manajemen KenPark yang menemui keluarga korban.
"Enggak ada yang menemui kita pas di rumah sakit dari pengelola (wahana), saya sampai bingung ini wahana punya siapa sih? Yang menemui kita malah Pak Wali (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) sama ada dari dewan (DPRD Kota Surabaya)," jelasnya.
Umik Rina pun berharap ke depan pengelola wahana lebih memperhatikan keselamatan pengunjung dan tidak mengejar untung semata.
ADVERTISEMENT
"Jadikan ini pelajaran, tolonglah lebih diperhatikan lagi keselamatan pengunjung. Ini nyawa loh urusannya. Kalau udah kejadian gini kan mereka (pengelola) bukannya untung malah jadi buntung kan," tandasnya.
Hasan sendiri disebut Umik Rina hanya mengalami cedera ringan pada pergelangan kaki kirinya. Kondisinya kini disebut kian membaik.
"Udah mulai bisa jalan meski tertatih-tatih, cuma masih agak kaget dia kalau dengar ramai-ramai," simpulnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020