IGD dan ICU RSKI Unair, RS Husada Utama, RSI A. Yani Surabaya Penuh
·waktu baca 2 menit

Melonjaknya kasus COVID-19 di Surabaya, membuat kondisi beberapa rumah sakit di Kota Pahlawan kembali dipenuhi pasien dari keadaan sedang hingga berat.
Akibatnya, rumah sakit rujukan tersebut mengalami overload, bahkan beberapa pasien di antaranya belum mendapatkan ruangan dan harus mengantre di IGD.
Salah satunya yakni Rumah Sakit Khusus Infeksi Infeksi Universitas Airlangga (RSKI Unair) Surabaya. Anggota Satgas COVID-19 RS Unair dr. Wiwin Is Effendi, mengatakan, jika saat ini kondisi RSKI masih overload.
"Mulai dari ruang isolasi, ICU, hingga IGD terdapat belasan pasien COVID-19 yang sedang mengantre ruangan. Sore kemarin ada 18 pasien di IGD," ungkapnya, Senin (28/6).
Selain RSKI Unair, RS Husada Utama (RSHU) Surabaya juga mengalami overload. Bahkan di IGD masih ada 6 pasien yang belum mendapat ruanga.
"Saat ini kondisi RSHU sudah overload. Baik ruang isolasi, ICU hingga IGD masih ada yang antre. ICU full, 150 pasien rawat inap COVID-19, lalu ada 6 pasien di IGD," kata Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG.
Sementara itu, Dirut Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani, dr Dodo Anando MPh menyampaikan, saat ini BOR sudah 100%. Bahkan masih ada beberapa pasien yang mengantre di IGD.
"IGD penuh, 12 bed penuh semua. Ada yang pakai kursi roda. 92 bed isolasi penuh 100%, ICU 6 penuh. Kita juga menghindari agar pasien tidak sampai masuk ICU. Karena banyak pasiwn yang datang dengan keadaan sedang-berat," ucapnya.
Ke depan, pihaknya berencana akan kembali menambah sekitar 100 bed. "Nanti diusahakan akan nambah kira-kira jadi 92, tapi ini dirapatkan semoga bisa sampai 100 bed. Nambah isolasi biasa dulu agar nampung semuanya," tuturnya.
Tak lupa ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan guna menekan angka penyebaran COVID-19.
