Konten Media Partner

Ikut Serta Turunkan AKI, AKB dan Stunting, Bidan Perlu Lakukan Ini

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., Bdn., MM., MKM.
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., Bdn., MM., MKM.

Bidan perlu terus meningkatkan kompetensi, memberikan pelayanan yang komprehensif, dan aktif dalam pemberdayaan masyarakat serta membantu program-program pemerintah baik untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) maupun stunting. Ini dilakukan untuk mengaktualisasikan peran bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan frontline atau sebagai garda terdepan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., Bdn., MM., MKM, dalam puncak peringatan HUT ke 74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan International Day of The Midwife Jawa Timut yang digelar di Surabaya.

“Sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, bidan memiliki posisi yang unik dan strategis sebagai sumber informasi terpercaya bagi para ibu," ujar Ade, dalam keterangannya seperti dikutip Basra, Selasa (1/2).

"Bagi banyak keluarga, bidan menjadi tempat pertama untuk bertanya dan mendapatkan arahan seputar kesehatan. Untuk itu, akses terhadap pengetahuan yang terkini dan berkelanjutan sangat penting agar para bidan dapat menjalankan perannya secara maksimal," sambungnya.

Sementara itu Ketua IBI Jatim Siti Maimunah mengatakan, dalam upaya memenuhi harapan yang disampaikan Ketua IBI Pusat, saat ini pengurus cabang di 38 Kabupaten/Kota di Jatim berlomba-lomba dalam waktu dekat bisa mencapai angka 90% berpendidikan profesi bidan, di samping perlu adanya penguatan-penguatan baik dalam bentuk pelatihan, seminar, maupun workshop, agar semua bidan mampu untuk terus meningkatkan kapasitas diri sebagai bidan yang dapat memberikan pelayanan terbaik.

“Tantangan di bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan ibu dan anak, menuntut bidan untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan etika profesi. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, kami optimis, bidan di Jatim akan semakin kuat, kompeten, dan siap menjadi mitra utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Rangkaian kegiatan puncak peringatan HUT ke 74 IBI dan International Day of The Midwife ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan motivasi bagi seluruh bidan di Jawa Timur untuk terus berinovasi dan berkontribusi nyata dalam peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, serta pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, khususnya di tengah berbagai tantangan krisis yang ada.