Konten Media Partner

Imbas COVID-19: Mahasiswa Unesa Tak Perlu Bikin Skripsi, Diganti Artikel Ilmiah

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay

Adanya pandemi virus corona (COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia berdampak luas di semua bidang. Tak terkecuali dalam hal pendidikan.

Selama masa darurat COVID-19 ini, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengambil mata kuliah skripsi pada semester genap 2019/2020 bisa mengganti skripsinya dengan menulis artikel ilmiah.

Informasi tersebut tertuang dalam surat edaran Rektor Universitas Negeri Surabaya Nomor B/17447/UN38/HK/01.01.2020 tentang Pengelolaan Skripsi S1 yang Diprogram Pada Semester Genap 2019/2020 di Universitas Negeri Surabaya.

Vinda Maya selaku Humas Unesa mengatakan, keputusan tersebut diambil sesuai dengan Surat Edaran dari Kemendikbud Nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan. 

Dalam hal ini, perguruan tinggi diminta untuk memberikan kemudahan pembelajaran bagi para mahasiswa di masa darurat COVID-19.

Selain itu, kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai komitmen kampus untuk mencegah penyebaran corona dengan menerapkan physical distancing di lingkungan kampus.

"Saat ini korban COVID-19 terus bertambah. Terus kemarin (2/4) rektor, wakil rektor, dan dekan bersepakat kalau skripsi bisa berupa artikel ilmiah khusus semester genap," ucap Vinda ketika dihubungi Basra, Jumat (3/4).

Melihat penyebaran virus yang kian masif, Vinda menganjurkan mahasiswanya untuk tidak turun langsung ke lapangan atau menghentikan penelitiannya saat penggalian data.

Hal ini membawa dampak tersendiri bagi beberapa fakultas seperti Fakultas Matematika dan Ilmu Alam (MIPA) serta Fakultas Ilmu Pendidikan.

"Untuk Fakultas MIPA ini kan mahasiswa harus eksperimen atau melakukan uji coba laboratorium dan sebagainya. Terus untuk Fakultas Ilmu Pendidikan, mahasiswa harus mengajar, membuat perangkat pembelajaran yang harus diimplementasikan di sekolah, itu kan berhenti semua," ucap Vinda.

Tambah Vinda, nasib sama juga dialami oleh Fakultas Teknik Jurusan Informatika. Pada Jurusan ini, mahasiswa diminta untuk membuat aplikasi media pembelajaran.

Dalam pembuatan inovasinya, mahasiswa dituntut menguji kelayakan inovasi tersebut dengan melibatkan langsung masyarakat atau mengujinya di sekolah-sekolah.

"Kalau ini solusinya adalah aplikasi tetap dibuat tapi ditampilkan ke dosen pembimbing. Untuk validatornya, kami menambah dosen penguji yang biasanya dua jadi tiga," jelas dia.

Berangkat dari masalah tersebut, kampus mengeluarkan kebijakan baru yaitu mengganti skripsi dengan karya penulisan artikel ilmiah.

Bahkan saat proses penggalian data, mahasiswa dapat menyiasatinya dengan cara berselancar di internet asalkan sumber literasi, studi komperasi dan pustakanya jelas.

Sementara, bagi mahasiswa yang terlanjur mengerjakan skripsi terlebih sudah menyelasaikan tahap penggalian data, dapat segera merampungkan penelitiannya.

"Yang bermasalah kan pada mereka yang masih pengambilan data. Kalau sudah selesai tahap itu kan tinggal menulis dan bisa dilanjutkan dengan ujian secara online," ungkapnya.

Meski skripsi diganti dengan penulisan artikel ilmiah, pihak kampus tetap akan melakukan uji kevalidasian penelitian mahasiswa.

"Yang pasti tetap dipresentasikan, karena sebagai bentuk pertanggung jawaban periset. Tapi bentuknya apakah seperti sidang atau bagaimana, formulanya masih dibahas, dan akan kami infokan dalam waktu dekat," pungkasnya.

Diketahui, kebijakan baru ini diberlakukan selama masa penanganan COVID-19 atau untuk semester genap yakni hingga akhir Juni mendatang.