Indonesia City Expo di Surabaya, Pameran Inovasi dari Wali Kota se Indonesia
·waktu baca 2 menit

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Indonesia City Expo (ICE) di Grand City hingga Sabtu (10/5) besok. Terdapat 180 peserta pameran, yang terdiri dari 98 kota se-Indonesia, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), mitra pembangunan di berbagai kota, serta kelompok seni.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengatakan, ada tiga hal yang selalu ditunggu dalam setiap Musyawarah Nasional (Munas) APEKSI. Pertama adalah pemilihan Ketua APEKSI dan rekomendasi-rekomendasi APEKSI, kedua adalah pawai budaya, dan ketiga adalah APEKSI Expo atau ICE.
"Dalam ICE terdapat pertarungan adu gagasan, kecerdasan dan kreativitas wali kota melalui stan yang yang ditampilkan," kata Bima Arya, Jumat (9/5).
Bima melanjutkan, ICE mengukur perencanaan yang dibuat, ukuran stan yang dipilih, siapa saja yang mengisi, akan menentukan harkat dan martabat, gengsi serta harga diri setiap wali kota yang hadir dan mengikuti pameran.
Menurut dia, ada stan yang diisi oleh produk Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kemudian diisi oleh pernak-pernik UMKM. Namun, ada juga stan yang diisi oleh model-model gagasan program ke depan yang sifatnya mengundang investasi untuk menciptakan kolaborasi di kotanya masing-masing.
"Mari kita nikmati dan saksikan adu konsep, adu gagasan, adu kolaborasi seluruh wali kota di Indonesia," terangnya.
Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan, Indonesia Expo City merupakan pameran kota-kota di Indonesia yang diharapkan mampu melahirkan kerja sama antarkota sekaligus sebagai sarana city branding.
"Semoga pameran ini bisa memberikan dan mewujudkan, bahwa kota-kota di Indonesia memiliki kelebihan dan keunggulan yang bisa dicontoh oleh daerah lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri," tegasnya.
Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam menjelaskan, sejumlah mitra pembangunan yang hadir bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga luar negeri. Hal ini bertujuan untuk menginternasionalisasi kegiatan APEKSI.
"Kita ingin banyak pihak melihat keunggulan kota-kota, mulai city branding, dan berbagai komoditas unggulan," katanya.
