Konten Media Partner

Ini Hal yang Perlu Dilakukan agar Terhindar dari Kanker Kulit

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang tumbuh di jaringan kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit yang tidak terkendali.

Biasanya, kanker kulit ditandai dengan perubahan pada kulit, seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal.

Dr. Yoke Surpri Marlina, Sp. Onk. Rad spesialis Onkologi Radiasi di Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya menyebut, jika lebih dari 70 persen kanker kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari.

Selain itu, setiap manusia juga memiliki risiko terjadinya kanker kulit. Lantas, apa yang perlu dilakukan agar tubuh terhindar dari risiko kanker kulit?

Menurut Dr. Yoke, hal pertama yang perlu dilakukan yakni sebisa mungkin menghindari sinar matahari langsung terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore. "Karena sinar ultraviolet matahari memberikan paparan terkuat pada jam tersebut," ucapnya pada Basra, Jumat (3/6).

Kedua yaitu tudak melakukan tanning bed. Tanning bed ini merupakan alat untuk menggelapkan kulit karena dapat memancarkan radiasi ultraviolet yang berbahaya bagi kulit. Biasanya, tanning bed dilakukan oleh orang kulit putih (Eropa, Amerika, dan lainnya).

Selanjutnya, perhatikan penggunaan obat yang menyebabkan efek samping pada kulit, seperti antibiotik/imunosupresan. "Sebelum menggunakan itu, lebih baik konsultasikan kepada dokter terlebih dulu untuk keamanannya," tuturnya.

Dr. Yoke mengatakan, pengunaan tabir surya secara rutin, untuk menghindari penyerapan sinar ultraviolet ke dalam kulit serta mengurangi risiko terjadinya kerusakan kulit akibat sinar matahari juga perlu dilakukan.

Selain itu, menggunakan pakaian yang menutupi tubuh, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, topi dan kacamata hitam saat keluar rumah, juga dapat memberikan perlindungan kulit dari radiasi sinar matahari.

"Terakhir, lakukan deteksi dini dengan Pemeriksaan Kulit Sendiri (SAKURI), dengan melakukan pengecekan atas penampakan/ pertumbuhan abnormal kulit dilakukan 1 bulan sekali. Segera konsultasikan kepada dokter, jika Anda mencurigai adanya perubahan atau kelainan pada kulit," pungkasnya.