Konten Media Partner

Ini Kata Dokter Tentang 'Menstrual Cup' untuk Perawan

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menstrual cup. Foto : Healthline
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menstrual cup. Foto : Healthline

Gaya hidup zero waste bukan hanya di ranah fashion dan konsumsi makanan saja. Bahkan dalam urusan menstruasi pun makin banyak pilihan ramah lingkungan yang coba menggantikan fungsi pembalut sekali pakai. Salah satunya yang sedang tren saat ini adalah menstrual cup.

Secara harfiah, menstrual cup berarti cawan penampung darah menstruasi. Cara penggunaannya dengan memasukkan cawan ke dalam vagina. Di cawan itulah darah menstruasi akan ditampung tanpa khawatir bocor.

Bila sudah penuh atau mencapai batas tampung 30 ml, cawan dilepaskan dari vagina, kemudian darah vagina dibuang ke kloset.

Apakah menstrual cup aman digunakan oleh remaja? Lalu, adakah efek samping dari menstrual cup?

Untuk menjawab kegelisahan itu, Basra mewawancara dr. Sjafril Vika Permana, SpOG, Dokter Spesialis Kandungan di Rumah Sakit Pura Raharja Surabaya, Rabu (10/7).

Dr. Sjafril Vika Permana, SpOG. Foto : Amanah Nur Asiah/Basra

Menurut dokter Vika, penggunaan menstrual cup ini lebih baik jika digunakan oleh orang yang sudah menikah. Hal itu lantaran cara penggunaannya yang harus dimasukkan ke dalam vagina.

"Menstrual cup ini kan ukurannya bermacam-macam. Terus cara penggunannya juga dimasukkan ke dalam vagina. Jika digunakan oleh orang yang belum pernah melakukan hubungan suami istri, nanti bisa rusak selaput darahnya," jelasnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa dr. Vika ini mengungkapkan efek samping dari penggunaan menstrual cup. Mulai dari infeksi, iritasi vagina, alergi lateks, hingga mengganggu kenyamanan.

"Karena penggunaannya di dalam apalagi bisa digunakan berulang-ulang jadi harus benar-benar diperhatikan cara mencucinya, terus kebersihannya juga," ungkapnya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait menstrual cup, tampon, dan reusable pad (pembalut yang bisa di cuci), dr. Vika mengatakan jika ketiganya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Kalau tampon kan menyerap darah, caranya pun hampir sama dengan menstrual cup. Sedangkan reusable pad itu seperti jaman dulu yang menggunakan kain. Tapi harus diperhatikan pula ketika mencuci, kalau tidak bersih kan bisa menimbulkan infeksi," pungkasnya.

Buat kamu yang ingin menggunakan menstrual cup, ini tips dari dr. Vika:

  1. Sebaiknya hanya digunakan bagi yang sudah aktif secara seksual (menikah)

  2. Diskusi terlebih dulu dengan dokter terutama spesialis kandungan

  3. Cari tahu petunjuk membersihkan dan mensterilkan menstrual cup dari sisi medis

  4. Pakai menstrual cup untuk kebutuhan diri sendiri (tidak bergantian)

(Reporter : Amanah Nur Asiah/Editor : Windy Goestiana)