Ini Saran Ahli Gizi Terkait Pemberian Bubur Instan untuk MPASI

Konten Media Partner
25 Mei 2023 13:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Saat memasuki usia 6 bulan, bayi perlu mendapatkan tambahan nutrisi dari MPASI (makanan pendamping ASI) untuk memenuhi untuk mendukung pertumbuhannya.
ADVERTISEMENT
Bagi ibu yang bekerja dan tidak tak sempat menyiapkan sendiri makanan untuk si kecil, biasanya akan memberikan MPASI bubur instan karena menjadi pilihan yang paling praktis.
Lantas, apakah pemberian MPASI bubur instan pada bayi diperbolehkan?
Menjawab hal itu, Ahli Gizi Andriyanto mengatakan, jika pemberian MPASI bubur instan diperbolehkan.
"Jadi bubur instan yang dijual di pasaran menurut saya tidak ada masalah. Apalagi bubur itu dibuat perusahan-perusahaan besar, sudah ditambahkan sayur, daging ayam, dan lain-lain. Kalau di situ (bubur instan) sudah ditambahkan protein hewani tidak masalah," kata Andriyanto ketika dihubungi Basra, Kamis (25/5).
Meski hal tersebut diperbolehkan, ia menyarankan para ibu agar lebih baik membuat MPASI sendiri. Pasalnya, ketika ibu membuat makanan sendiri, ibu dapat menambahkan bahan makanan yang mengandung vitamin, mineral, hingga protein hewani yang dibutuhkan anak.
ADVERTISEMENT
"Karena kalau ibu langsung memberikan bubur instan, ibu jadi terlena dan malas," ungkapnya.
Menurutnya, jika kebutuhan nutrisi anak seperti sumber mineral, vitamin dan protein kurang dalam jangka waktu lebih dari 6 bulan, maka anak bisa kekurangan zink dan bisa saja terjadi kemungkinan stunting besar.
Ia pun menyarankan kepada para ibu untuk menggunakan bubur instan sebagai penambah rasa, agar anak lahap makan.
"Jadi saya sarankan, bubur instan boleh tapi harus tambahkan sayur seperti wortel atau protein hewani seperti ikan daging ayam untuk menyiasatinya. Jadi harus ditambahkan bahan lain. Karena perkembangan tinggi badan anak usia 6-24 bulan selisih 1 cm saja, bisa jadi dia akan stunting. Di sini peran protein hewani sangat besar," tukasnya.
ADVERTISEMENT