Jadi Relawan Gerakan Dapur Bersama Ibu, Fanany Ingin Bahagiakan Mendiang Anak

Konten Media Partner
5 April 2023 5:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Niken Sekarmelati, Brand Manager Beverage Kraft Heinz Indonesia (paling kiri) dan Fanany Hasiyati (baju pink) saat mempersiapkan makanan buka puasa untuk kelompok rentan di wilayah Surabaya, Selasa (4/4) sore. Foto-foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Niken Sekarmelati, Brand Manager Beverage Kraft Heinz Indonesia (paling kiri) dan Fanany Hasiyati (baju pink) saat mempersiapkan makanan buka puasa untuk kelompok rentan di wilayah Surabaya, Selasa (4/4) sore. Foto-foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
Sejak 2016 Fanany Hasiyati telah menjadi relawan Gerakan Dapur Bersama Ibu yang digagas salah satu merek kecap ternama. Keterlibatan perempuan berusia 60 tahun dalam kegiatan sosial tersebut tak terlepas dari kebiasaan baik yang dilakukan mendiang sang putra semasa hidupnya, Panji Dwi Anggara, yang berpulang pada 2020 lalu, untuk selalu berbagi dengan sesama.
ADVERTISEMENT
"Mendiang anak saya sangat suka berbagi. Dari situ saya mulai terketuk untuk mengabdikan sisa umur saya untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin berbagi lebih banyak lagi baik tenaga maupun pikiran," ujar Fanany saat ditemui Basra, usai acara #ABCDapurBersamaIbu yang digelar di Surabaya, Selasa (4/4) malam.
Meski usia tak lagi muda, namun Fanany terlihat bersemangat dalam mengikuti kegiatan sosial yang menyediakan makanan bagi kelompok rentan tersebut. Dibantu 10 orang ibu lainnya, Fanany harus menyediakan 500 kotak makanan berbuka dan sahur di bulan Ramadan.
Fanany Hasiyati, salah satu relawan Gerakan Dapur Bersama Ibu yang digagas salah satu merek kecap ternama.
"Senin sampai Jumat menyiapkan makanan untuk berbuka, Sabtu dan Minggu untuk makanan sahur. Porsinya sama setiap harinya 500 kotak," jelasnya.
Memasak untuk masyarakat rentan dilakukan Fanany hingga tanggal 19 April mendatang. Meski cukup menguras tenaga, namun Fanany mengaku tak mempermasalahkannya.
ADVERTISEMENT
"Semuanya saya lakukan untuk kebahagiaan mendiang anak saya. Saya yakin dia pasti akan bahagia saat tahu ibunya dapat bermanfaat bagi banyak orang," tegasnya.
Selain tenaga, Fanany juga harus rela kediamannya yang semula menjadi tempat belajar baca Alquran bagi anak-anak, difungsikan sebagai dapur umum dari kegiatan Gerakan Dapur Bersama Ibu.
"Sebelumnya saya sudah minta izin ke anak-anak (TPQ) di tempat saya bahwa selama bulan Ramadan kegiatannya akan sedikit terganggu dengan kegiatan memasak ini. Tapi Alhamdulillah justru para wali murid bersedia membantu saya memasak," ungkapnya.
Untuk makanan berbuka, Fanany dan para ibu lainnya mulai memasak di pagi hari. Hingga di siang hari sekitar pukul 1 masakan sudah siap untuk distribusikan ke tempat-tempat yang telah ditentukan ABC. Sedangkan untuk makanan sahur, Fanany mulai memasak selepas salat tarawih.
ADVERTISEMENT
"Nanti ada food truck yang jemput makanannya untuk didistribusikan ke tempat-tempat yang ditentukan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan," tuturnya.
Adapun Gerakan Dapur Bersama Ibu yang digagas salah satu merek kecap ternama dengan menggandeng Foodbank of Indonesia (FOI) ini membawa misi untuk merayakan serta memperluas kehangatan cinta ibu bagi sesama, terutama cinta yang ditunjukkan melalui masakan spesial dari ibu, yang khusus disiapkan untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat rentan, mulai dari masyarakat miskin hingga lansia yang hidup sebatang kara.