Konten Media Partner

Jaga Stamina Saat Musim Pancaroba

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan biasanya diawali dengan kondisi perubahan cuaca yang ekstrim. Tak jarang saat siang hari suhu udara bisa mencapai 34 derajat celsius ditambah terik matahari yang menyengat.

Menurut dr. Ratna T. Hadju, SpA, dokter spesialis anak Siloam Hospitals Surabaya, musim pancaroba seperti saat ini bisa membawa efek buruk pada kesehatan anak.

"Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu kita perlu melakukan langkah pencegahan agar anak terhindar dari gangguan kesehatan selama musim pancaroba," ujarnya kepada Basra, Kamis (28/11).

Berikut beberapa tips yang diberikan dr. Ratna sebagai langkah antisipatif agar tak mudah jatuh sakit saat musim pancaroba:

  1. Ini dimaksudkan agar cairan dalam tubuh anak tetap stabil dan tidak mengalami dehidrasi. Hindari minum minuman yang telalu dingin atau panas. Minuman yang terlalu dingin dan panas bila dikonsumsi terus-menerus justru akan membuat kondisi tubuh anak menjadi drop dan semakin tidak stabil hingga akhirnya rentan terkena penyakit.

  2. Makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi masih menjadi salah satu sumber penting untuk menciptakan kondisi anak yang prima. Lengkapi tubuh dengan komposisi yang tepat, baik dari karbohidrat, protein, mineral, hingga vitamin. "Sumber karbohidrat tidak harus nasi, bisa juga kentang, jagung, ataupun sagu," tukasnya.

  3. Suplemen vitamin C. Suplemen vitamin C berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Adapun sumber dari vitamin C bisa berasal dari buah dan sayur atau dari suplemen yang dikonsumsi harian.

  4. Pentingnya mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan sering kali diabaikan. Padahal mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Biasakanlah mencuci tangan setiap kali akan melakukan maupun mengakhiri aktivitas. Misalnya mencuci tangan sebelum makan, dan mencuci tangan setelah bermain.

  5. Menjaga kebersihan di rumah. Kebersihan rumah sudah seharusnya menjadi perhatian semua anggota keluarga. Pastikan lingkungan rumah dan sanitasi selalu terjaga kebersihannya agar tak menjadi sarang bakteri penyakit. Untuk menambah keseruan, jadwalkan kegiatan bersih-bersih rumah di akhir pekan bersama keluarga.

  6. Istirahat teratur. Biasakan istirahat secara teratur agar kondisi kesehatan tubuh selalu terjaga.