Mom
·
29 Maret 2019 8:46

Jangan Remehkan Kebersihan Gigi dan Mulut Anak Down Syndrome

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Jangan Remehkan Kebersihan Gigi dan Mulut Anak Down Syndrome (110588)
Drg. Tania Saskianti, Sp.KGA (K), Ph.D. Foto : Windy Goestiana
Anak penyandang down syndrome harus lebih rutin memeriksakan gigi. Menurut Drg. Tania Saskianti, Sp.KGA (K), Ph.D, spesialis kedokteran gigi anak konsultan, anak penyandang down syndrome punya bentuk gigi, ukuran lidah, dan rongga mulut yang berbeda dengan non down syndrome.
ADVERTISEMENT
''Bentuk gigi seri mereka lebih runcing, akar giginya lebih pendek, bentuk giginya kecil-kecil, ukuran lidah lebih besar, dan sering kehilangan gigi,'' kata Drg Tania dalam acara Seminar Kesehatan Anak Down Syndrome (28/3).
Dengan bentuk dan ukuran gigi yang berbeda ini mempengaruhi fungsi kunyah dan kebersihan rongga mulut keseluruhan. ''Kemampuan mengunyah tidak maksimal sehingga kadang lebih sering ditemukan karies gigi yang bisa mendatangkan bakteri pemicu penyakit,'' kata Drg Tania.
Tak hanya itu, kata Tania, beberapa keluhan seperti gusi kemerahan dan mudah berdarah juga sering dialami anak down syndrome. Ditambah lagi, permukaan lidah anak penyandang down syndrome lebih bertekstur sehingga membuat sisa makanan tertinggal di celah-celahnya.
''Karena itu orang tua harus membantu anak terbiasa membersihkan lidah agar tidak berjamur akibat sisa makanan yang tertinggal,'' saran Tania.
ADVERTISEMENT
Selain urusan gigi, imunisasi pada anak down syndrome juga tak boleh dilewatkan. Ini karena anak down syndrome punya respon berbeda terhadap infeksi. Sistem kekebalan tubuh pada anak down syndrome bekerja kurang efektif.
Karena itu dibutuhkan imunisasi agar sistem kekebalan alami tubuh terlatih untuk mengenali virus yang dilemahkan sehingga respon saat menghadapi infeksi jadi meningkat.
Kata Dr. Pramira Fitri, Sp.A, perbedaan anatomi wajah, telinga, hidung, dan tenggorokan pada down syndrome memicu terjadinya infeksi. ''Seperti mengalami kelainan mata katarak, kelainan jantung bawaan, sleep apnea, penyakit tiroid, leukimia, gangguan pencernaan, dan diskolokasi sendi panggul,'' kata Dr Pramira di acara yang sama. (Reporter : Windy Goestiana)