Jelang Buka Sekolah, Wali Kota Risma: Setelah Guru, Semua Murid akan Diswab

Konten Media Partner
27 September 2020 7:04 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo.
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sudah lebih dari dua minggu Surabaya berhasil keluar dari zona merah penularan COVID-19. Status Surabaya saat ini 'risiko sedang' dengan skor 2,05. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, pun mulai membahas tentang kemungkinan para siswa SD dan SMP untuk kembali belajar di sekolah di masa pandemi.
ADVERTISEMENT
Dalam pernyataannya saat melakukan konferensi video bersama kepala sekolah SD se Surabaya pada Sabtu (26/9), Risma mengatakan pihaknya akan melakukan tes swab untuk anak-anak sebelum sekolah dibuka.
Dengan begitu, baik guru maupun murid bisa terhindar dan mencegah penularan COVID-19 di sekolah. Sehingga ketika sekolah benar-benar dibuka, semua penghuni sekolah benar-benar aman.
Konferensi video bersama kepala sekolah SD se Surabaya pada Sabtu (26/9).
Risma menyampaikan, sebelum membuka sekolah pihaknya akan berkonsultasi dengan pakar kesehatan masyarakat dan ahli epidemiologi untuk menyusun standar operasional prosedur belajar tatap muka di sekolah yang aman untuk anak maupun guru. Hal ini dilakukan karena Risma ingin saat sekolah mulai dibuka, itu akan berlangsung permanen bukan sementara.
Bila merujuk ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun ajaran 2020/2021, jumlah pelajar SD dan SMP di Surabaya mencapai 353.888 orang.
ADVERTISEMENT
Jumlah siswa SD negeri dan swasta di 31 kecamatan Surabaya mencapai 239.526 orang, sedangkan jumlah siswa SMP negeri dan swasta mencapai 114.362 orang.
Sedangkan jumlah guru SD negeri dan swasta di Surabaya sebanyak 11.063 orang dan guru SMP negeri maupun swasta mencapai 5.783 orang.