Konten Media Partner

Kabar Baik, Angka Kematian Akibat COVID-19 di Surabaya Menurun

1 September 2021 11:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemakaman pasien COVID-19 di Surabaya. Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Pemakaman pasien COVID-19 di Surabaya. Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Angka kematian akibat COVID-19 di Kota Surabaya sudah mulai terkendali. Terbukti, jumlah pemakaman yang dilakukan secara protokol kesehatan (prokes), baik di TPU Babat Jarawat, TPU Keputih dan Krematorium terus mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita memaparkan, dalam seminggu terakhir ini, tepatnya pada tanggal 23 – 29 Agustus 2021, angka kematian yang dimakamkan secara prokes terus mengalami penurunan setiap harinya. Diantaranya, pada 23 Agustus total jumlah pemakaman prokes sebanyak 13 jenazah. Kemudian pada tanggal 24-25 Agustus, angka pemakaman COVID-19 mengalami penurunan menjadi 10 jenazah.
“Lalu pada tanggal 26 turun menjadi 9 jenazah, keesokan harinya tanggal 27 menjadi 8 jenazah, lalu pada 28 Agustus menjadi 6 jenazah. Itu total kumulatif dari tiga tempat ya, yakni TPU Babat Jarawat, TPU Keputih dan Krematorium,” jelas perempuan yang kerap disapa Feni ini, Rabu (1/9).
Menurut Feni, pada tanggal 29 Agustus jumlah pemakaman yang dilakukan secara prokes nihil. Artinya, tidak ada satupun pemakaman prokes yang dilakukan di TPU Babat Jerawat, TPU Keputih maupun Krematorium.
“Hal ini menunjukkan bahwa adanya upaya Pemkot Surabaya dalam percepatan penanganan kasus COVID-19, sehingga case fatality rate akibat COVID-19 dapat ditekan serendah mungkin,” lanjut dia.
ADVERTISEMENT
Selain itu, dia mengurai penyebab penurunan angka kematian yang paling mendasar adalah komitmen dari pemkot untuk memastikan semua kasus konfirmasi ditatalaksana secara cepat. Khususnya upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan percepatan cakupan vaksinasi.
“Kita juga lakukan testing secara masif, tracing kasus kepada kurang dari 48 jam. Lalu evakuasi kasus konfirmasi kurang dari 24 jam ke tempat isolasi terpusat (isoter) dan memastikan tidak ada isolasi mandiri di rumah (kecuali kasus khusus),” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini di Krematoirum masih tetap beroperasi meskipun angka kematian sudah semakin menurun. Bahkan, Feni memastikan untuk petugas relawan Surabaya Memanggil pun saat ini telah dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi massal, terutama untuk mempercepat cakupan dosis 1 dan dosis 2 dengan berkolaborasi dengan lintas sektor.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulillah semoga kita terus bisa menekan kasus COVID-19 di Surabaya. Mohon kerjasamanya seluruh masyarakat,” tukasnya.
Kadinkes Kota Surabaya ini pun berpesan melihat kondisi pemakaman akibat COVID-19 yang semakin menurun, diharapkan dapat dijaga bersama-sama oleh seluruh masyarakat.
“Terpenting, jangan lupa protokol kesehatan ketat wajib hukumnya dimanapun berada,” pesannya.