Kakek Harsoyo, Pembuat Taman Bunga dari Sampah Botol

Kepedulian Harsoyo dengan keadaan alam yang semakin tua memang layak diacungi jempol. Di usia senjanya, pria berusia 70 tahun ini kerap 'menyulap' sampah plastik menjadi taman bunga cantik dengan beragam tema yang enak dipandang mata.
Diantaranya bunga tali plastik (plastic rope flower), bunga botol plastik (plastic bottle flowers), bunga styrofoam pir-apel (apple pear styrofoam flowers), bunga tas plastik (plastic bag flowers), bunga sedotan plastik (plastic straws flower), dan bunga kolabora (kolabora flowers).
Taman bunga itu dapat kita jumpai di ruangan berukuran 3 x 6,5 meter yang ada di sebelah rumahnya, di Jalan Semolowaru Tengah 6 No 14 Surabaya.
Harsoyo bercerita, jika kepeduliannya pada lingkungan berawal dari pengalaman menjadi Kepala SDN Petemon XIII / 361 Surabaya, yang merupakan salah satu Sekolah Adiwiyata. Pada saat itu, Harsoyo mulai menerapkan cara menanggulangi sampah plastik dengan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).
Menurutnya cara tersebut sangat baik dilakukan untuk menjaga bumi dari kerusakan lingkungan akibat sampah plastik.
"Sekitar tahun 2008 hal itu sudah saya terapkan. Nah untuk mengurangi sampah plastik, saya mengajak para siswa untuk mulai mebawa botol minum dan gelas sendiri. Selanjutnya baru memanfaatkan sampah plastik yang ada untuk menjadi sebuah kerajinan tangan," tutur Harsoyo ketika ditemui Basra, Selasa (31/12).
Harsoyo mengatakan, ia memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah kerajinan merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik yang semakin banyak. Selain itu, dapat menumbuhkan kreativitas siswa dalam membuat suatu karya.
Sebelum mengajarkan pada para siswa, ia mengaku belajar secara otodidak untuk membuat beragam kerajinan tangan tersebut. "Ya awalnya saya coba-coba bikin sendiri di rumah. Terus lihat referensi juga. Nah dari situ saya terbiasa untuk membuat taman bunga ini," jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut terkait kerajinan yang ia buat, Harsoyo mengaku tidak menjualnya. Namun, ia dengan senang hati mengajarkan cara membuatnya.
"Misal kalau ada yang ingin ya saya buatkan satu atau dua pot gitu sebagai contoh. Terus saya ajarkan caranya. Karena yang saya jual hanya banner berisikan pesan menjaga lingkungan saja," ungkapnya.
Di masa pensiunnya, selain mengisi hari-hari dengan membuat kerajinan, pria asli Nganjuk ini juga kerap dipanggil untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan membuat kerajinan kepada guru-guru SD-SMP, wali murid, dan masyarakat sekitar.
Tak lupa, ia juga berpesan kepada masyarakat agar dapat membantu mengurangi sampah plastik sehingga bumi bisa tetap lestari.
"Meskipun volumenya tidak besar tapi sangat bermanfaat sekali untuk bumi. Terus buat anak-anak juga bisa lebih berkreasi lagi dan membuat ketrampilan dengan bahan-bahan daur ulang. Karena ke depan keterampilan itu sangat bermanfaat untuk mereka memulai usaha," pungkasnya.
