Kampung Edukasi, Kawasan Cinta Lingkungan dari Muda-mudi Surabaya

Kerusakan lingkungan akibat banyaknya limbah sampah yang tidak terurai dengan baik, membawa keresahan tersendiri bagi Zubaiddulloh.
Pria yang akrab disapa Dul ini pun berinisiatif mendirikan Komunitas Muda Mudi Surabaya (KMS) yang mempunyai tujuan menyelamatkan lingkungan.
Dul juga mengungkapkan, ia bersama komunitasnya ingin menggagas kampung wisata edukasi di RW 5 Kelurahan Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.
Untuk itu, komunitas yang baru berdiri pada Desember 2018 lalu ini, mengajak warga sekitar memanfaatkan barang bekas seperti botol hingga pampers guna dijadikan produk bernilai jual tinggi. Seperti vas bunga, kursi, asbak, hingga pot bunga.
"Kami mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang. Terus memberikan edukasi tentang pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah agar bisa menjadi produk bernilai," jelas Dul ketika ditemui Basra, Kamis (2/1).
Selain itu, pihaknya juga mengolah bank sampah guna memfasilitasi warga yang ingin menukarkan sampah. Serta membuka sumbangan minyak jelantah hingga popok bekas untuk bahan baku produk daur ulang.
"Kalau bank sampah biasanya kami tukar dengan uang. Ada juga yang ngasih gitu aja. Sehingga dengan adanya bank sampah ini, ibu-ibu bisa dilatih membuat produk daur ulang dan mendapat penghasilan sendiri," tutur Dul.
Tak hanya itu, Dul juga menerapkan urban farming vertikultur di Kendangsari gang 10. Dimana setiap rumah warga terdapat satu pot dari paralon untuk ditanami sayuran kangkung, sawi, dan bayam merah.
Ke depan, Dul berharap rencana kampung edukasi terkait lingkungan yang ia gagas bisa terwujud dan berjalan dengan lancar. "Dengan begitu dapat membantu warga sekitar sini untuk menambah penghasilan. Dan dapat megurangi pencemaran lingkungan juga," tutupnya.
