Konten Media Partner

Kampus di Surabaya Kembali Ciptakan Robot untuk Bantu Tim Medis Lawan Corona

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat sebuah robot yang diberi nama Robot Service.
zoom-in-whitePerbesar
Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat sebuah robot yang diberi nama Robot Service.

Sejak virus corona menjadi pandemi, kampus-kampus di Surabaya tak berhenti berinovasi. Setelah ada robot ventilator dan robot tenaga kesehatan yang bisa mengantar obat serta pakaian ganti pasien, kini Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat sebuah robot yang diberi nama Robot Service.

Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T., selaku Rektor ITS mengungkapkan,robot karya dosen dan mahasiswa ini bisa membantu tenaga medis saat merawat pasien yang terserang virus COVID-19, khususnya pasien yang sedang dirawat di Ruang Isolasi.

"Robot ini kami buat untuk mengurangi kontak langsung tenaga medis dengan pasien. Selain itu, dengan adanya robot ini dapat membantu para tenaga medis mengurus pasien dan menghemat penggunaan APD," ungkap Arief, Kamis (9/4).

Robot Service punya tiga bagian. Dua bagian teratas merupakan rak untuk membawa makanan atau obat-obatan untuk pasien.

Sedangkan, bagian bawah dari robot merupakan lemari pendingin mini yang bisa memuat kebutuhan pasien dan tenaga medis yang memerlukan penyimpanan di suhu dingin.

Selain itu, Robot Service juga dilengkapi dengan iPad atau Tablet yang berfungsi sebagai kamera pemindai dan media interaksi antara pasien dengan tenaga medis.

"Robot Service ini juga kami lengkapi dengan air cooler, bisa panas dan bisa dingin. Tapi ini juga bisa dikembangkan yang lain, seperti untuk baju kotor pasien atau tempat makan. Jadi robot ini bisa mengurangi kegiatan dokter atau tenaga medis lain yang berinteraksi langsung dengan pasien," tambahnya.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait cara kerja robot ini, Arief menjelaskan jika Robot Service dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan joystick microcontroller.

"Di bagian badan atas robot terdapat komputer tablet an kamera untuk berkomunikasi antara dokter dan pasien.

Kamera ini digunakan untuk melihat sekeliling robot berjalan dan jalannya menggunakan remot," ucapnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku jika robot service ini masih butuh disempurnakan agar lebih maksimal penggunaannya.

Diketahui, untuk membuat satu robot service isolation room ini, pihaknya menghabiskan biaya sekitar Rp 50-Rp 75 juta. Bahkan, robot ini nantinya akan diberikan ke pihak Pemkot Surabaya yang kemudian akan diserahkan ke rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!