Karate Tradisional, Olahraga Bela Diri yang Minim Cedera Cocok untuk Anak
·waktu baca 2 menit

Karate merupakan salah satu olahraga bela diri tanpa senjata yang berasal dari Jepang. Karate sendiri terdapat beberapa jenis, salah satunya yakni karate tradisional.
Lantas, apa itu karate tradisional?
Bachtiar Efendy, sekjen PB Indonesia Traditional Karate Federation (INATKF) mengatakan, karate tradisional merupakan karate standar atau karate yang bertujuan untuk mempertahankan diri sesuai dengan pakem yang awal.
Menurutnya, dengan pakem tersebut anggota yang berlatih bisa lebih memahami falsafah karate, hingga olahraga ini aman untuk anak-anak.
Pasalnya, dalam karate tradisional hanya fokus dengan teknik dan pergerakan, tanpa adanya kontak fisik.
"Ini (karate tradisional) itu tidak langsung kontak, atau benturan. Karena kita lihat mentalitas, emosional, dan tekniknya. Jadi anak-anak mulai usia 6 tahun bisa mengikuti latihan ini," kata Bachtiar pada Basra Selasa (20/12).
Lebih lanjut, Bachtiar menjelaskan, untuk anak-anak biasanya memperagakan gerak dasar terlebih dulu.
Selanjutnya, mereka akan belajar terkait teknik tangkisan, hingga melakukan serangan tanpa mencederai lawan saat bertanding.
"Untuk pertarungannya, dia tidak cari siapa yang jatuh atau siapa yang luka. Kalau kita melukai atau lawan sampai cedera, justru malah didiskualifikasi.
Jadi kita bagaimana bertarung dengan cepat dan bentuk yang benar itulah yang dinilai. Ini memerlukan latihan khusus dan intensif," jelasnya.
Ketua Klub Dojo Scorpions Surabaya ini mengungkapkan, jika karate tradisional mempunyai banyak manfaat, terutama bagi anak-anak. Di antaranya, untuk kesehatan, melatih kedisiplinan, hingga melatih fisik.
"Karena gerakan dinamis di karate ini yang membuat dia memaksa untuk mendisiplinkan dirinya sendiri. Lalu ada prestasi juga yang bisa diraih," tuturnya.
Dengan mulai populernya karate tradisional di Indonesia, Bachtiar berharap anak-anak bisa mempunyai wadah untuk menyalurkan energinya ke arah yang lebih baik. "Tentunya ini sangat bermanfaat, selain sehat anak-anak juga bisa melindungi dirinya. Daripada mereka main gadget," tukasnya.
