Kata Sejarawan Soal Khofifah Bawa Tanah dan Air dari Bumi Majapahit ke IKN
·waktu baca 2 menit

Berkaitan dengan ritual mengisi Kendi Nusantara yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama 34 gubernur se-Indonesia di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, diketahui jika Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membawa air dan tanah yang berasal dari Situs Sumur Upas, Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto.
Riyadi, dosen pendidikan sejarah Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengungkapkan, Situs Sumur Upas merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit.
"Air merupakan simbol kehidupan. Kemudian dipilih Sumur Upas di Mojokerto sebagai lokasi mengambil air, adanya kesakralan tersendiri mengingat lokasi Sumur Upas yang berada di ketinggian tertentu," jelas Riyadi saat dihubungi Basra, Selasa (15/3).
Di satu sisi, Riyadi menilai jika Gubernur Khofifah juga ingin mengangkat potensi lokal (dari sumur tersebut) agar memiliki daya tarik yang lebih tinggi.
Pengambilan air dan tanah dari situs Kerajaan Majapahit tersebut, kata Riyadi, sebagai upaya untuk membangkitkan kembali semangat kejayaan Nusantara di masa lampau.
"Dari aspek penamaan (IKN) saja sebenarnya sudah menggunakan kata Nusantara sehingga terasa pas jika tanah dan airnya berasal dari Trowulan, Jawa Timur, dimana disana pernah berdiri sebuah kerajaan yang sangat kuat. Semangat itulah yang ingin dibawa Ibu Khofifah," ujarnya.
Saat dibawa ke IKN, tanah dan air itu dikemas dalam wadah berupa kendi dan kendil dari tanah liat yang dibalut dengan kain batik khas motif Surya Majapahit Mojokerto, serta untaian bunga melati dan kantil.
Gubernur Khofifah pun menyerahkan langsung dua unsur alam itu kepada Presiden Jokowi saat ritual penyatuan air dan tanah ke dalam Kendi Nusantara sebagai penanda awal pembangunan IKN.
