Konten Media Partner

Kaum Muda Juga Bisa Rematik, Ini Penyebabnya

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.

Rematik merupakan kelompok penyakit reumatologi yang menunjukkan suatu kondisi nyeri dan kaku. Penyakit ini menyerang anggota gerak atau system musculoskeletal seperti sendi, otot, tulang, maupun jaringan di sekitar sendi.

Meski terkenal sebagai penyakit yang sering dialami para lansia, namun beberapa tahun terakhir banyak usia muda yang mengidap penyakit tersebut.

DR. Dr. Lita Diah Rahmawati, Sp.PD-KR, mengatakan, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan terkait penyebab terjadinya rematik.

Pertama yaitu faktor genetik. Menurut Dr. Lita, faktor genetik tidak selalu diturunkan oleh orang tua kepada anak. Namun, bisa juga diturunkan dari generasi atas, seperti kakek atau nenek.

Selanjutnya adalah faktor lingkungan. Misalnya pandemi COVID-19 yang bisa menyebabkan infeksi virus.

"Itu juga bisa jadi pencetus timbulnya suatu rematik. Ada yang namanya gejala long covid, seperti cepat lelah, nyeri sekujur tubuh, rambutnya rontok, badan semakin kurus. Itu ada hubungannya juga. Lalu udara yang terlalu panas atau polusi udara dalam satu area tertentu juga bisa mempengaruhi," kata Dr. Lita dalam bincang bertajuk Rheumatik di Usia Muda yang diselenggarakan IDI Jawa Timur, Kamis (1/12).

Terakhir yaitu faktor psikososial, seperti kesalahan dalam lifestyle, tidak bergerak, tidak menjaga asupan makan, dan kurang istirahat.

"Hal itulah yang menjadikan satu bakat menjadi individu yang susceptible (rentan) menjadi sakit. Karen rematik tidak pandang umur," tuturnya.

"Apalagi saat pandemi kita dipaksa bekerja di dalam rumah, tidak keluar, banyak duduk karena kita tidak bergerak dan ruang lingkup kita terbatas itu akan bisa mengganggu kualitas hidup," tambahnya.

Untuk mencegah hal itu, Dr. Lita mengimbau masyarakat usia produktif untuk menjaga kesehatan, seperti olahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi.

"Olahraga itu perlu, lalu jika bekerja dengan posisi duduk jangan lupa melakukan peregangan, dan makanan yang masuk harus diperhatikan. Perbanyak serat juga dapat membantu karena sebagai antiinflamasi," pungkasnya.