Konten Media Partner

Keindahan Batik Pamekasan di Atas Hamparan Pasir Berbisik Gunung Bromo

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan Batik Pamekasan di Atas Hamparan Pasir Berbisik Gunung Bromo
zoom-in-whitePerbesar

Batik Pamekasan yang memiliki ragam motif dan warna, diharapkan menjadi top mind masyarakat Indonesia akan keindahan batik dari Jawa Timur, sehingga Pamekasan mampu sejajar seperti batik Solo-Jogja, Pekalongan, Lasem dan kota batik lainnya. Pemkab Pamekasan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan pun menggelar gebyar batik di luar dari kota Pamekasan.

Kali ini gebyar batik Pamekasan berkolaborasi dengan Eksotika Bromo digelar di Pasir Berbisik Gunung Bromo. Terdapat 25 busana batik Pamekasan motif Junjung Drajat yang unjuk keindahan di Pasir Berbisik Gunung Bromo, Sabtu (11/6).

Batik Junjung Drajat sendiri bermakna sembah sujud dan ingat kepada leluhur dan Maha Pencipta serta memahami keadaan diri sendiri.

"Dengan konsep Mystical Adventure, busana yang ditampilkan mempresentasikan alam Bromo sebagai tempat adventure yang luar biasa dan keragaman budaya serta agama, yang berkesan mistis serta selaras dengan alamnya," jelas Embran Nawawi, konseptor acara Gebyar Batik Pamekasan Mystical Adventure, Sabtu (11/6).

Embran pun menginkubasi beberapa desainer muda Pamekasan dengan harapan batik Pamekasan ini mampu menyentuh peminat dan pecinta fashion batik di Jawa Timur khususnya, dan nasional pada umumnya.

"Ada 6 desainer yang memperkuat gebyar batik Pamekasan dengan 6 tema yang berbeda tetapi satu konsep yaitu Mystical Adventure," imbuh Embran.

Di antara 6 desainer yang menampilkan karyanya di Pasir Berbisik Gunung Bromo adalah Lutfianto. Desainer muda Pamekasan yang mengkhususkan pada fashion pria ini mengangkat bunga Edelweis sebagai simbol adventure dengan batik Junjung Drajat berwarna hijau dan coklat serta abu dengan bentuk busana fashion jacket dan celana cargo.

Kemudian Pepeng Brianto, desainer yang selalu bersemangat untuk merancang batik Junjung Drajat nya pada fashion remaja yang cheerful dengan sentuhan warna biru dan oranye berupa fashion jacket perempuan yang centil dan lucu, serta celana ketat untuk memberi kesan ceria dan segar di pegunungan.

Lain halnya dengan Herdi Seset yang mengambil tema Gunung Bromo dengan gaya avant garde merepresentasikan siluet gunung dan kawah Bromo pada busananya.

Untuk fashion yang berkesan beauty ada karya Alvien Oktova yang mengangkat cahaya matahari pagi dalam busana muslim yang elegan.

Desainer Bagus Dwi Prasetyo hadir mengangkat kecantikan Roro Anteng dengan fashion ala red carpet menggunakan batik Junjung Drajat berwarna oranye.

"Saya sendiri mengangkat kisah cinta mystical Roro Anteng dan Joko Seger dengan gaya extravaganza tampil glamor dan megah untuk persembahan kepada Bromo," tukas Embran.