Konten Media Partner

Khawatir Tak Dapat Makan, Jemaah Haji Asal Probolinggo Nekat Bawa Penanak Nasi

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Magic com atau penanak nasi yang dibawa jemaah haji asal Probolinggo. Foto: Dok. PPIH Embarkasi Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Magic com atau penanak nasi yang dibawa jemaah haji asal Probolinggo. Foto: Dok. PPIH Embarkasi Surabaya

Tiga buah magic com (penanak nasi) dan dua buah water heater (pemanas air) ditemukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya pada barang bawaan jemaah haji asal Probolinggo, Jawa Timur.

Barang-barang yang dilarang dalam penerbangan internasional itu pun disita oleh petugas PPIH Embarkasi Surabaya.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan, penanak nasi dan pemanas air itu ditemukan dalam tas koper milik jemaah calon haji kloter 33 dan kloter 34 asal Probolinggo.

www.garrya.com

“Sebenarnya kalau dikemas sesuai standar dan disimpan di bagasi, tidak dilarang dalam penerbangan. Tetapi, karena dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kelancaran aliran listrik di hotel tempat jemaah menginap, Pemerintah Arab Saudi melarang para jemaah membawa penanak nasi dan pemanas air listrik,” jelas Haris, (20/5).

Haris mengungkapkan, tahun ini jemaah haji secara penuh mendapatkan makanan dari panitia sebanyak tiga kali sehari. Sehingga jemaah haji tidak perlu khawatir tak mendapatkan jatah makanan.

Selain penanak nasi dan pemanas air, petugas juga masih menemukan rokok lebih dari dua slop dari beberapa jemaah haji.

“Para jemaah haji diizinkan membawa rokok dengan jumlah maksimal dua slop atau sekitar 200 batang,” tegas Haris.