Kisah Fatichiah, Hafal 9 Juz Al-quran Setelah 3 Tahun Mondok di Pesantren

Konten Media Partner
27 Maret 2024 8:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Fatichiah Ariana, santri kelas X, ponpes Alif Laam Miim Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Fatichiah Ariana, santri kelas X, ponpes Alif Laam Miim Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dunia pondok pesantren belum lama ini cukup disorot publik karena kasus kekerasan yang menimpa santri hingga meregang nyawa. Berbagai kasus kekerasan tersebut cukup mencoreng wajah ponpes. Namun pendidikan di ponpes nyatanya membawa banyak kebaikan bagi santrinya. Salah satunya seperti yang dialami Fatichiah Ariana. Remaja 16 tahun ini mampu hafal 9 juz Al-quran setelah mondok 3 tahun lamanya.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah sudah hafal 9 juz," ujar santri kelas X, ponpes Alif Laam Miim Surabaya ini, kepada Basra beberapa waktu lalu.
Fatichiah mengungkapkan jika dirinya masuk ponpes selepas SD. Sebelum mondok Fatichiah mengaku hanya mengaji Al-quran biasa dalam kesehariannya.
"Sebelum mondok itu ya ngaji, tapi ngaji biasa saja nggak pakai hafalan. Baru masuk pondok itu yang mulai belajar hafalan," ujar Fatichiah.
Fatichiah menuturkan, selama menempuh pendidikan di ponpes Alif Laam Miim, ada kewajiban menghafal Al-Quran. Setiap santri diwajibkan setor hapalan Al-quran kepada ustaz atau ustazah.
Tak hanya hapalan Al-Quran, mengaji kitab fiqh hingga nahwu juga dijalani Fatichiah setiap harinya. Bahkan intesitas mengaji meningkat drastis saat bulan Ramadan seperti sekarang ini.
"Kalau bulan Ramadan seperti sekarang tambah sering ngajinya, dari kita selesai sahur sampai menunggu salat subuh," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Fatichiah lantas menjabarkan aktivitas yang dijalankan saat bulan Ramadan. Yakni, salat tahajud di tengah malam yang dilanjutkan dengan sahur. Sembari menunggu azan subuh, para santri pun mengaji.
"Habis salat subuh itu ngaji tahfid (hafalan Al-Quran). Setelah itu kita persiapan untuk sekolah, masuk sekolah jam 7. Setelah sekolah kita istirahat sampai sekitar jam 1 siang. Nah setelah salat asar itu kita ada ngaji tahfid lagi," terangnya.
Fatichiah mengatakan, setiap santri di ponpes ya memiliki kewajiban setor hapalan Al-quran minimal satu halaman setiap harinya.
"Kalau bulan puasa seperti sekarang ada tambahan target hafalan Al-Quran sesuai dengan kelasnya masing-masing. Misalnya kelas VII itu harus setor hafalan 3 juz," imbuhnya.
Meski harus menjalankan ibadah puasa jauh dari keluarga, namun Fatichiah mengaku ikhlas. Apalagi masuk pesantren merupakan keinginannya pribadi.
ADVERTISEMENT
"Nanti baru pulang akhir Maret, tanggal 31 Maret sampai libur lebaran. Ya nggak papa puasa di sini, kan kita niatnya menimba ilmu agama," tandasnya.