Konten Media Partner

Kisah Febri, Remaja Tunanetra yang Jual Wedang Uwuh untuk Bantu Keluarga

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Febri menunjukkan produk wedang uwuh yang ia jual. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Febri menunjukkan produk wedang uwuh yang ia jual. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Mempunyai keterbatasan fisik tak menghalangi semangat Febrian Valentino untuk terus melanjutkan hidupnya.

Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, Febri harus kehilangan indra pengelihatannya akibat katarak dan penyakit glukoma yang diderita.

Meski demikian, Febri tak meratapi nasibnya begitu saja. Bahkan sejak dua bulan terakhir, remaja 16 tahun ini memutuskan keluar dari zona nyaman dan memulai usaha kecil dengan menjadi reseller produk wedang uwuh di salah satu perusahaan swasta.

Kepada Basra, Febri bercerita awal mula Ia memutuskan berdagang karena Ia ingin menunjukkan jika tunanetra juga bisa berwirausaha. Selain itu, Ia ingin membantu perekonomian keluarga.

"Sekitar bulan Juni saya mulai berjualan. Motivasinya ingin membantu orang tua, dan menunjukkan kemampuan diri. Apalagi ini rekor, karena saya adalah salah satu dari dua tunanetra yang bergabung menjadi reseller di Pulau Jawa ini," cerita Febri pada Basra, Kamis (12/8).

Dipilihnya produk wedang uwuh ini bukan tanpa sebab. Menurutnya wedang uwuh merupakan minuman rempah kaya manfaat bagi tubuh yang cocok dikonsumsi, terutama di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Lantas bagaimana Febri menjualkan produknya?

Febri menuturkan, dalam memasarkan produk wedang uwuh tersebut, Febri menjualnya dengan dua cara. Yakni offline dan online.

Untuk online, Febri memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi produknya. Sementara untuk offline, dia menawarkannya ke tetangga maupun teman-temannya ketika latihan musik.

"Biasanya kalau hari Minggu kan saya ada latihan musik. Nah itu saya tawarkan ke teman-teman. Kalau ada yang beli nanti saya pesankan dulu. Kalau online biasanya saya mengunggah status di Whatsapp atau Instagram," tuturnya.

Febri mengaku, dalam berjualan online ia kerap mengalami kesulitan saat mempromosikan produknya.

"Kalau mau promosi saya buka Whatsapp grup reseller, lalu saya coppy tulisannya dan unduh gambarnya untuk saya unggah kembali di status. Kendalanya itu saat memilih foto. Karena saya nggak tau kan foto mana akan dipilih. Jadi caranya, saya harus rajin menghapus foto-foto yang sudah tidak terpakai, sebelum mendownload gambar tadi," jelas remaja yang duduk di bangku kelas 3 SMP YPAB ini.

Dalam satu bulan, Febri bisa mendapatkan orderan 5–7 produk, dengan pendapatan sekitar Rp 100 ribu.

Febri pun berharap, ke depan orderannya semakin banyak sehingga hasil penjualan dapat ia gunakan untuk memesan wedang uwuh lebih banyak agar dapat dijual secara offline.

"Ini kan masih awal jualan jadi pelanggannya belum ada. Jadi saya masih merintis. Ke depan inginnya jualan offline saja. Biar bisa langsung ditawarkan terus barangnya juga ada," tutur Febri.

Tak lupa ia juga memberikan pesan kepada teman-teman yang senasib sepertinya untuk tidak menyerah dan tetap semangat.

"Buat teman-teman sesama tunanetra dan disabilitas lainnya, jangan patah semangat, tetap usaha meskipun kita punya keterbatasan. Kita harus membuktikan pada semua bahwa kita bisa, bahwa kita bukan seseorang yang nggak bisa apa-apa. Jangan takut untuk mencoba hal baru," pungkasnya.

Diektahui, bagi Anda yang ingin memesan produk wedang uwuh dari Febri Anda dapat menghubungi di nomor 085784808955.