kumparan
search-gray
News28 Mei 2019 7:38

Kisah Gadis 9 Tahun Hafal 3 Juz, Ingin Sekolah Tahfiz Tak Punya Biaya

Konten Redaksi BASRA
WhatsApp Image 2019-05-27 at 4.01.50 PM (1).jpeg
Khoirunnisa, penghafal 3 juz Alquran. Foto : Masruroh/Basra
Manusia tak pernah bisa memilih dari rahim siapa dia akan dilahirkan. Apakah dari keluarga yang kondisi keuangannya baik ataukah yang masih kekurangan? Situasi ini juga yang dialami Khoirunnisa (10), penghafal 3 juz Alquran, yang bersekolah di Sekolah Dasar Islam Ar Rahma, Surabaya, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Nisa, begitu dia disapa, tak memiliki cukup biaya untuk belajar Alquran di rumah tahfiz. Proses menghafal Alquran dilakukannya di sekolah dan kini sudah hafal juz 30, 29, dan 28.
''Ibu enggak punya uang,'' ujar bocah yang menetap di kawasan Kalilom ini kepada Basra, Senin (27/5).
Meski tak memiliki cukup biaya untuk belajar menghafalkan Alquran di rumah tahfiz, namun tak menyurutkan semangat Nisa untuk menjadi hafiz.
Sejak masuk pendidikan sekolah dasar, Nisa memang bercita-cita menjadi hafiz. Keinginan siswi yang kini duduk di bangku kelas 3 SD ini pun terwujud saat kedua orang tuanya mendaftarkan dirinya bersekolah di SDI Ar Rahma.
"Di sekolah ada pelajaran hafalan Alquran, ustazahnya baik," pungkas si bungsu dari dua bersaudara ini seraya tersenyum.
ADVERTISEMENT
Karena hanya belajar hafalan Alquran di sekolah, maka Nisa pun tak bisa cepat menyelesaikan hafalan. Tiga juz yang telah dihafal Nisa ditempuh sejak duduk di kelas satu.
''Dari kelas satu mulai hafalan, sekarang sudah hafal tiga juz,'' imbuh putri dari pasangan Rabiah dan Khoirul Ali ini.
KONTEN SPESIAL, Belajar Al-Quran di Tengah Keterbatasan,Ilustrasi anak-anak belajar membaca Alquran
Ilustrasi anak-anak belajar membaca Alquran. Foto: AFP/ROMEO GACAD
Ia hanya mengikuti pelajaran hafalan Alquran di sekolah yang jadwalnya tak setiap hari dan hanya dua jam setiap pertemuan. Namun, Nisa selalu memperhatikan setiap saran dari sang ustazah. Mulai dari rutin murojaah di rumah hingga mengikuti lomba hafiz di sekolah.
Hasilnya, Nisa kerap menempati urutan ketiga dalam setiap lomba hafiz yang diikuti di sekolahnya. Dan demi untuk mewujudkan cita-citanya menjadi hafiz, selepas dari bangku sekolah dasar nantinya Nisa memilih melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Ini juga menjadi pilihan Nisa untuk meringankan beban kedua orang tuanya.
ADVERTISEMENT
''Bapak sama ibu enggak punya biaya kalau Nisa sekolah SMP di sini, jadi Nisa akan masuk pesantren di Madura nanti,'' pungkasnya. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white