Kisah Mualaf, WNA Kanada Ikrar Masuk Islam di Masjid Agung Surabaya

Konten Media Partner
20 Maret 2024 7:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pria berdoa. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pria berdoa. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang WNA asal Kanada, Sean Adam Duplessis (53), mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) dengan bimbingan Ketua
ADVERTISEMENT
Badan Pelaksana dan Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg dalam ikrar mualaf di masjid nasional itu pada awal minggu ini.
"Dengan kesadaran sendiri, saya menyatakan memeluk agama Islam dengan Asyhaduan Laa Ilaaha illa Allah, wa Asyhadu anna Muhammad Rasulullah," ujar laki-laki kelahiran Kanada, Amerika Utara, pada 31 Agustus 1971 itu.
Adam mengaku tertarik memperdalam agama Islam, karena mengenal Islam dari seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Shara C Dwi di Amerika. Dalam kesehariannya di Amerika, Shara memakai hijab, dan ini mengundang rasa penasaran Adam.
"Setahun lalu, saya mengenal Shara, saya sempat bertanya kenapa pakai hijab, lalu saya menjadi tahu tentang agama Islam. Akhirnya saya tertarik mempelajari Islam lebih dalam," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Dalam ikrar itu, Ketua Badan Pengelola dan Pelaksana (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg selaku pembimbing pun memberi motivasi Adam sebagai mualaf agar beragama secara konsekuensi, bukan sesaat.
"Kalau masuk Islam hanya untuk sementara, sebaiknya tidak masuk Islam saja. Jadi, saudara bukan hanya masuk Islam 1-2 tahun saja kan?" tanya Sudjak pada Adam.
"Forever (selamanya)," jawab Adam dengan tegas.
Acara ikrar mualaf itu disaksikan dua orang saksi yakni Shara Constantia Dwi dan Mu'anam. Dari MAS, selain Ketua BPP MAS, juga hadir Kasie Ibadah dan Dakwah MAS HM Abd Choliq Idris.
Selain membaca ikrar syahadat, Ketua BPP MAS Sudjak juga sempat mengingatkan Adam konsekuensi masuk Islam adalah menjalankan segala kewajiban dalam agama Islam.
ADVERTISEMENT
"Kewajiban dalam Islam itu di antaranya salat lima kali sehari yang mungkin agak berat, dan puasa sejak matahari belum terbit hingga terbenam," ingat Sudjak pada Adam.
Dalam tanya jawab bersama Sudjak itu, Adam pun mengaku sempat deg degan saat berikrar.
"Saya puasa sampai jam 12," katanya.
Hal itu lantas dijawab Sudjak bahwa puasa itu sampai matahari terbenam, tapi untuk tahap latihan bisa saja hanya sampai siang.
Untuk selanjutnya, Sudjak menyarankan agar Adam mempelajari Islam dengan bimbingan ustaz dari MAS atau ustaz lain.