Kisah Sopir Jip Bromo, Antar Tamu Sejak Jam 12 Malam, Taklukkan Jalan Berkelok
ยทwaktu baca 3 menit

Bromo menjadi tujuan wisata terkenal di Jawa Timur yang meliputi 4 kabupaten yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Hampir setiap hari kawasan Bromo tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Apalagi saat musim libur sekolah seperti sekarang.
Untuk mengeksplore keindahan kawasan Gunung Bromo lebih aman menggunakan jip, karena medan yang dilalui cukup curam sehingga dibutuhkan kendaraan yang mumpuni serta driver yang memang pengalaman di kawasan Bromo. Tak heran jika banyak berseliweran jip atau hardtop di kawasan Bromo.
Ada banyak kisah menarik yang datang dari para pengemudi jip Bromo. Tak hanya sebagai penakluk terjalnya jalan kawasan Gunung Bromo, tapi juga dunia mereka yang terbalik dari kebanyakan orang lain. Kisah menarik ini salah satunya datang dari Muhammad Ricky, pemuda berusia 26 tahun.
Hampir 6 tahun Ricky menekuni profesi sebagai pengemudi jip Bromo. Sebelumnya Ricky adalah seorang sopir truk pengangkut sayuran hasil panen Gunung Bromo.
"Dulu saya sopir truk sayuran, biasanya kirim-kirim sayuran Gunung Bromo ke kota-kota lain di luar Jawa Timur, bahkan sering ke Jakarta," ungkap Ricky kepada Basra, belum lama ini.
Namun karena sang ibu keberatan Ricky kerap keluar kota, Ricky pun memutuskan menanggalkan profesi sebagai sopir truk. Ia mulai menekuni profesi sebagai pengemudi jip yang memang banyak dilakoni masyarakat lokal kawasan Gunung Bromo.
Ricky mengaku tak kesulitan menekuni profesi sebagai pengemudi jip di kawasan wisata alam tersebut. Meski dunia Ricky juga harus terbalik dari kebanyakan orang.
"Ya dunia saya jadi kebalik. Orang-orang tidur saat malam, saya harus kerja. Jadi seperti lowo (kelelawar), bangun bisa jam 11 atau 12 malam," kelakarnya.
Orang seperti Ricky memang tak pernah tidur malam. Dunianya terbalik, karena wisatawan biasanya menuju ke titik sun rise (matahari terbit) sekitar jam 2 malam. Dengan demikian sebelum jam 2 malam Ricky harus sudah bersiap menjemput wisatawan yang akan memakai jasanya.
Setelah mengantar tamu menyaksikan pemandangan matahari terbit, tugas Ricky belum selesai. Ia masih harus mengantar wisatawan berkeliling kawasan Gunung Bromo, seperti Pasir Berbisik, Bukit Widodaren, Bukit Teletubbies, dan beberapa spot lainnya sesuai kesepakatan Ricky dengan wisatawan.
"Biasanya ngantar tamu sampai siang sekitar jam 1 atau jam 2. Setelah itu baru bisa istirahat," tutur Ricky.
Selain dunia yang terbalik, Ricky juga harus piawai menalukkan kontur jalanan di kawasan Gunung Bromo yang berkelok, menanjak, menurun, dan sempit. Terlebih di kiri kanan jalan adalah jurang dan tebing.
"Harus hafal kontur jalannya, kalau nggak kita bisa nyungsep (masuk jurang)," tukasnya.
Ricky mengungkapkan saat masa liburan sekolah seperti sekarang, kawasan Gunung Bromo akan ramai kunjungan wisatawan. Jika di akhir pekan banyak wisata domestik, maka di hari biasa akan banyak wisatawan asing yang datang, terutama dari Cina dan Korsel.
Dalam seminggu Ricky mengaku bisa mengantar 3 rombongan wisatawan dengan tarif bisa mencapai sekitar Rp 900 ribu per rombongan.
"Sewa jip Rp 900 ribu, sudah include tiket masuk ke 4 spot untuk 6 orang," imbuhnya.
Jika sedang tak mendapat tamu, kesehariannya Ricky bekerja di bengkel.
"Ada bengkel punya saudara, saya kerja di situ kalau lagi enggak ada tamu," tandasnya.
