kumparan
27 November 2019 13:01

Kisah Tegar: Bocah yang Dulu Dicemooh Buta, Kini Diselimuti Prestasi

IMG-20191127-WA0016.jpg
Tegar Maulana Razzak. Dok. Pribadi
Terlahir tanpa fungsi penglihatan membuat Tegar Maulana Razzak (10) terpuruk. Bahkan saat duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), Tegar sempat marah pada kedua orang tuanya atas kondisinya yang tak memiliki penglihatan.
ADVERTISEMENT
"Dia marah kenapa tidak dibawa berobat? Dia ingin seperti teman-teman lainnya yang bisa melihat," ujar Naning Anjarwati, ibunda Tegar, kepada Basra, Rabu (27/11).
Naning bercerita, jika kebutaan yang diderita Tegar diketahui saat usia 5 bulan. Tegar sendiri lahir prematur.
Kesedihan Tegar yang kini duduk di bangku kelas 3 SLB A YPAB Tegalsari Surabaya, kian bertambah karena aksi bully yang ia terima. Entah itu dari teman sekolah mau pun tetangga rumah.
"Waktu kecil dia memang sering jadi sasaran bully. Bukan cuma dia yang sedih, saya dan ayahnya juga nelongso," ujar Naning sembari menahan tangis.
IMG-20191127-WA0023.jpg
Namun di balik kekurangan yang dimiliki, nyatanya Tegar mempunyai kelebihan. Sejak usia 3 tahun Tegar memiliki ketertarikan terhadap alat musik, terutama keyboard. Bahkan saat kecil dia memainkan lagu anak-anak dengan keyboard mainannya, sontak Naning dan suami dibuat terkejut.
ADVERTISEMENT
"Dia memang suka dengerin lagu anak-anak dan mainan yang ada bunyi-bunyiannya pun dia tertarik. Dan dia punya piano mainan, saat dia bisa memainkan lagu anak-anak tentu saja kita kaget," kisah ibu tiga anak itu.
Ingin bakat Tegar di bidang musik terasah, Naning pun mendaftarkan Tegar kursus piano. Namun itu hanya berlangsung satu tahun. Karena mahalnya biaya kursus, Naning dan sang suami hanya mampu membiayai biaya kursus selama satu tahun.
IMG-20191127-WA0015.jpg
Meski tak lagi kursus piano, namun Tegar terus mengasah bakatnya. Ini dilakukan dengan rutin mengikuti kompetisi. Hasilnya, Tegar selalu mampu meraih prestasi membanggakan.
"Alhamdulillah setiap ikut kompetisi, Tegar selalu menang. Terakhir, dia menang di acara Psikologi Unair mencari bakat. Dapat juara 2, baru hari Sabtu kemarin," kata Naning sumringah.
ADVERTISEMENT
Diakui Naning kini Tegar tak hanya piawai bermain piano tapi juga alat musik lainnya seperti suling, gamelan, gitar, dan angklung. Naning mengatakan, Tegar tergolong anak yang memiliki rasa keingintahuan yang besar terhadap alat musik.
"Dia kalau dengar alat musik yang dia tidak pernah dengar sebelumnya pasti ingin belajar juga. Kayak pas kunjungan orkestra Jepang tempo hari. Kan banyak alat musik yang dia merasa asing bunyinya, nah itu dia penasaran," jelas Naning.
Berbagai torehan prestasi yang berhasil diraih Tegar membuatnya banjir pujian. Yang lebih membanggakan lagi, kini Tegar mendapatkan beasiswa sekolah piano secara gratis dari Wali Kota Surabaya.
"Sudah sebulan ini Tegar sekolah piano secara gratis bantuan dari Bu Risma. Alhamdulillah anak saya sekarang tak lagi di-bully karena kebutaannya. Justru dia disanjung berkat raihan prestasinya," pungkas Naning.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan