Komunikasi Jadi Kunci 6 Tempat Ibadah Ini Bisa Rukun Berdampingan

Berdiri secara bersampingan tak membuat 6 tempat ibadah di komplek perumahan Royal Residence Surabaya terganggu satu sama lain. Selama hampir 5 tahun berdiri hingga saat ini tidak timbul persoalan secara internal maupun eksternal.
"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada gesekan. Kami saling menghormati," tukas Ahmad Burhan Ubaidillah, imam Masjid Al-Muhajirin, salah satu dari 6 tempat ibadah tersebut, kepada Basra, Senin (28/2).
Dikatakan Ahmad, di komplek rumah ibadah ini juga, mereka sering mengadakan perayaan-perayaan keagamaan masing-masing. Misalnya saat pelaksanaan shalat Idula Adha tahun lalu, Masjid Al-Muhajirin kebanjiran jamaah hingga meluber sampai di depan pura.
"Ya nggak papa, yang penting kita saling ijin. Artinya sebelumnya sudah memberitahukan kepada masing-masing pengurus tempat ibadah," jelas Ahmad.
Begitu pula saat masjid mengumandangkan adzan. Agar pemeluk agama lain tidak terganggu maka masjid tidak menggunakan pengeras suara berlebihan.
Berbagi lahan parkir juga kerap dilakukan masing-masing tempat ibadah jika sedang merayakan perayaan keagamaan.
"Yang penting saling berkoordinasi, ada komunikasi satu sama lain. Supaya sama-sama tahu gitu. Misalnya ada yang pakai (lahan parkir) itu sehingga nggak sampai tumpukkan," imbuhnya.
Demi menjaga komunikasi antar pemeluk agama, keenam tempat ibadah tersebut membentuk sebuah organisasi untuk menjadi wadah aspirasi dan koordinasi agar lebih mudah. Organisasi itu bernama Forum Komunikasi antar Rumah Ibadah (FKRI).
