Konten Media Partner

Komunitas Sahabat Belajar Penuhi Akses Pendidikan ke Anak Marjinal

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan belajar mengajar Komunitas Sahabat Belajar. Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan belajar mengajar Komunitas Sahabat Belajar. Dok. Pribadi

Setiap anak yang lahir di dunia ini punya hak meraih pendidikan. Tidak peduli apakah mereka dari kalangan berpunya ataupun yang papa. Tapi kenyataannya, anak-anak dari kalangan ekonomi menengah ke bawah sering tak mendapat kesempatan belajar yang sama.

Meihat nasib anak marjinal yang tidak bisa mendapatkan fasilitas pendidikan dengan layak, Endah Sulistiawati dan dua rekannya tergerak untuk mendirikan komunitas Sahabat Belajar.

Komunitas yang mulai berjalan pada Januari 2018 ini mempunyai misi mendorong serta memfasilitasi anak-anak marjinal untuk memulai dan meneruskan sekolah baik formal maupun non formal.

Selain itu, komunitas ini juga mendukung dan meningkatkan kemampuan belajar anak-anak marjinal Indonesia, serta meningkatkan ketrampilan dan potensi diri anak-anak marjinal.

"Serta kami mempunyai visi menjadi garda terdepan bagi anak-anak marjinal Indonesia dalam menunjang pendidikan," ungkap Endah, Kamis (12/12)

Ia pun lantas bercerita awal mula komunitas ini berdiri karena prihatin akan masa depan anak-anak yang terpinggirkan.

"Awalnya pada 2015 saat saya jadi anggota organisasi kampus di bagian sosial masyarakat. Kegiatan kami waktu itu mengajar mata pelajaran sekolah anak-anak SD hingga SMP. Terus kami juga mengajak anak-anak kampung Keputih Tegal Timur Baru dan Kejawan Gebang untuk mengaji," ungkap Endah.

Dari situlah, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini banyak menjumpai anak-anak yang putus sekolah, bahkan ada yang tak pernah sekolah sama sekali.

Alasan anak-anak tidak sekolah ini dikarenakan masalah ekonomi, hingga kesadaran akan pentingnya pendidikan yang masih kurang.

Saat ini, Komunitas Sahabat Belajar memiliki dua program. Pertama beasiswa Sahabat Belajar meliputi bantuan berupa biaya SPP dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya sekaligus pengajaran intensif dua kali dalam seminggu secara privat.

"Program selanjutnya adalah jelajah ilmu yang merupakan kegiatan bermain dan belajar di luar ruangan yang menjadi ajang kolaborasi dengan instansi atau komunitas lainnya yang dilaksanakan satu bulan sekali," jelas Endah.

Dengan adanya komunitas ini, ia berharap anak-anak marjinal bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya.