Kondisi 11 Anak di Jatim yang Positif Polio
·waktu baca 2 menit

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Timur (Dinkes Jatim), saat ini sebanyak 11 anak di Jatim terjangkit virus polio. Dua anak di antaranya harus menjalani fisioterapi. Sedangkan sembilan anak dalam kondisi sehat atau tidak bergejala.
Kadinkes Jatim Dr. Erwin Ashta Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, mengungkapkan sembilan anak sehat ditemukan adanya virus melalui hasil surveilans. Saat dicek fesesnya ditemukan virus polio. Ada pun dua anak yang sakit masing-masing dari Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Kedua anak ini sedang menjalani fisioterapi.
"Satu dari Sampang, yang satu dari Pamekasan. Situasi sudah terkendali dalam tanda kutip sudah didampingi oleh teman-teman Puskesmas untuk diterapi. Sedangkan yang sembilan posisi anaknya sehat," jelasnya, Rabu (17/1).
Erwin menuturkan, saat ini sembilan anak yang sehat tersebut dalam pengawasan. Mereka tetap dianjurkan mengikuti imunisasi pekan polio yang digelar serentak selama dua tahap, yakni pada Januari dan Februari.
"Nanti diharapkan kita evaluasi dua minggu sampai tiga bulan ke depan kalau ternyata tidak ada problem apa pun ya kita anggap selesai untuk sembilan itu," ujarnya.
Erwin mengatakan, bahwa kasus polio ini kembali meningkat dan jadi perhatian serius disebabkan adanya gap pada capaian imunisasi tahun 2021 dan 2022 karena pandemi COVID-19.
"Saat itu fokus kita pada COVID-19, sehingga capaian vaksinasi khususnya polio turun tidak mencapai target," tukasnya.
Erwin mengimbau agar semua anak usia 0-7 tahun di Jatim mengikuti imunisasi polio selama dua putaran yakni putaran pertama pada tanggal 15-21 Januari 2024 dan putaran kedua pada tanggal 19-25 Februari 2024.
