Konten Media Partner

Kuliah Tamu di ITS, Menteri Iftitah Ungkap 5 Program Unggulan Transmigrasi

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah. Foto: Humas ITS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah. Foto: Humas ITS

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini melaksanakan lima program unggulan untuk memperkuat transmigrasi. Kelima program tersebut adalah Trans Tuntas (T2), Transmigrasi Lokal (Translok), Transmigrasi Patriot, Trans Karya Nusa (TKN), dan Trans Gotong Royong (Trans GR).

"Untuk merealisasikan program tersebut, Kementras menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga akademisi. Salah satunya melalui kerja sama dengan ITS dalam Program Transmigrasi Patriot, yang terbagi menjadi Tim Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot," ujar Menteri Iftitah saat mengisi kuliah tamu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (16/6).

Iftitah melanjutkan, program merupakan kerja sama Kementrans bersama tujuh Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dan salah satunya adalah ITS sebagai perguruan tinggi mitra untuk mendukung studi komprehensif di wilayah-wilayah transmigrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Iftitah menekankan bahwa makna transmigrasi tidak terbatas pada perpindahan penduduk secara fisik saja, namun juga nonfisik.

“Transmigrasi juga menjadi sarana peningkatan status sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) ini menjelaskan bahwa pelaksanaan transmigrasi harus mampu memberikan akses dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Kesempatan yang adil tersebut dapat mengurangi kesenjangan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di berbagai daerah.

Untuk mengakselerasi tercapainya tujuan tersebut bagi masyarakat, pemerintah melalui Kementrans mencanangkan transformasi transmigrasi yang berfokus pada pemberdayaan sumber daya lokal. Hal itu diwujudkan melalui upaya komersialisasi berbasis kekeluargaan dan gotong royong.

“Pemerintah akan memberikan wadah pengembangan industri lokal melalui badan usaha milik rakyat,” ungkap lelaki kelahiran Pandeglang, Jawa Barat ini.

Lebih lanjut, menurut Iftitah, upaya tersebut juga diperkuat dengan adanya zonasi pengelolaan lahan secara bersama. Pemerintah telah berupaya melakukan pembebasan lahan-lahan di kawasan transmigrasi agar dapat dikelola secara bersama oleh transmigran dan masyarakat lokal.

“Kerja sama ini menjadi kunci penting untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan,” tukasnya.