Lagi Tren di Surabaya : Gym Khusus Anak

Urusan nge-gym bukan cuma jadi kebutuhan orang dewasa saja lho, anak-anak pun butuh nge-gym untuk menjaga kebugaran tubuhnya.
''Tidak ada batasan usia kapan anak sudah bisa diajak nge-gym. Yang terpenting saat dia sudah mulai bisa diajak berkomunikasi. Saat masih bayi kan sudah bisa diajak berenang, itu juga salah satu bentuk kegiatan menjaga kebugaran tubuh,'' kata Coach Kukuh Tatto, APKI Master Suspension Trainer, yang dijumpai Basra saat soft opening Holy Fit, tempat nge-gym khusus anak, (4/3).
Meski tak ada batasan usia kapan anak sudah mulai bisa diajak nge-gym, namun tempat nge-gym anak berbeda jauh dengan tempat nge-gym orang dewasa yang selama ini banyak dijumpai. Setidaknya ada 3 poin penting yang membedakan tempat nge-gym anak dengan orang dewasa.
''Poin pertama tentang jenis peralatan olahraga yang dibutuhkan anak, poin kedua adalah peralatan yang didesain warna-warni untuk menarik minat anak, dan ketiga personal trainer yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman selama anak latihan,'' kata Coach Kukuh.
Selain dapat menjaga kebugaran tubuh pada anak, nge-gym juga dapat mengalihkan perhatiannya dari gawai. Bermain gawai kini memang menjadi hal yang lebih menarik bagi anak daripada berolahraga. ''Saat nge-gym, anak juga bisa bersosialisasi. Jadi anak tidak hanya terpaku di depan layar permainannya,'' pungkas Coach Kukuh. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)
Gerakan Gym yang Aman untuk Anak
Berdasarkan jurnal dari American College of Sports Medicine (ACSM's Health & Fitness Journal yang berjudul Resistance Training For Kids : Right from the Start pada 2016, ada beberapa gerakan olahraga yang direkomendasikan dan tidak direkomendasikan untuk anak.
Olahraga yang cocok untuk anak usia balita adalah aktivitas gerak yang tidak menjadi pembeban bagi tulang. Olahraga seperti melompat dan melawan gravitasi bisa mempercepat pengerasan sendi-sendi tulang karena sering berbenturan. Akibatnya, tulang cepat mengeras dan membuat pertumbuhan fisik justru terhambat.
Tak hanya itu, di usia 8-9 tahun anak-anak baru dikenalkan latihan kecepatan. Ada beberapa keterampilan dasar dalam olahraga yang bertahap melatihnya diantaranya lari, loncat, lempar, dan lontar untuk melatih kaki dan tangan. (Windy Goestiana)
