Lemahnya Prokes dan Munculnya Varian Baru jadi Penyebab COVID-19 Melonjak

Konten Media Partner
17 November 2022 9:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.
ADVERTISEMENT
Belakangan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan. Bahkan kasus harian COVID-19 di Indonesia telah mencapai angka 7 ribuan kasus baru.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Pakar epidemiologi FKM Unair, Dr Windhu Purnomo dr MS menilai, lonjakan kasus tersebut disebabkan oleh mulai melemahnya protokol kesehatan (prokes) masyarakat.
Di samping itu, munculnya subvarian baru dari Omicron membuat kasus COVID-19 melonjak.
“Lonjakan COVID-19 ini terjadi karena protokol kesehatan (prokes) masyarakat yang mulai melemah. Adanya penularan baru itu kan terjadi ketika seseorang tidak memakai masker sebagai pelindung. Artinya, ketika terjadi penularan seperti ini, baik orang yang tertular maupun yang menulari sedang tidak menggunakan pelindung-nya dengan baik,” tuturnya, Kamis (17/11).
Meski demikian, Windhu mengungkapkan jika kemunculan subvarian baru tidak memiliki tingkat fatalitas yang tinggi layaknya varian-varian yang muncul sebelumnya.
“Kedua, munculnya varian atau subvarian baru. Jadi, varian-varian baru itu pada umumnya memiliki kemampuan melarikan diri dari kekebalan tubuh manusia. Sehingga, kalau muncul varian atau subvarian baru, penularan akan lebih tinggi. Tapi nanti lama kelamaan akan menurun lagi,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Windhu menjelaskan, subvarian Omicron XBB kali ini memiliki tingkat fatalitas yang rendah, dan memiliki karakteristik cepat alami lonjakan tetapi cepat pula mengalami penurunan.
Sehingga, diharapkan masyarakat tak perlu panik namun tetap waspada. “Saya rasa masyarakat tidak usah panik berlebihan karena saya yakin pada akhir November nanti akan mencapai puncak kasus, tetapi kemudian akan segera turun lagi. Tetapi tentu saja perlu waspada, apalagi saat libur panjang Natal dan Tahun Baru nanti karena mobilitas masyarakat pasti akan meningkat,” jelasnya.
Untuk menghindari penularan, Windhu menegaskan bahwa memperketat protokol kesehatan adalah hal yang paling utama. Selain menggunakan masker dan menghindari kerumunan, hal yang juga penting dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksinasi booster untuk mencegah adanya gejala berat apabila terpapar.
ADVERTISEMENT
“Kalau mau terhindar, tentunya lengkapi vaksinasi karena vaksin itulah yang mencegah kita supaya tidak mengalami gejala berat jika misalnya kita terpapar. Ingat, vaksinasi memang tidak mencegah penularan, tetapi dia mampu mencegah kita agar tidak jatuh sakit dalam kondisi yang berat,” terangnya.
Sementara itu, pemerintah juga berperan penting dalam mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini.
"Pemerintah juga harus memberikan perlindungan lebih bagi mereka yang tergolong lansia, penderita penyakit komorbid, dan mereka yang belum mendapatkan vaksin," pungkasnya.