Tekno & Sains
·
27 Juli 2021 7:16
·
waktu baca 2 menit

Mahasiswa ITS Bikin Jaket Pelacak untuk Pendaki yang Hilang di Gunung

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Mahasiswa ITS Bikin Jaket Pelacak untuk Pendaki yang Hilang di Gunung (858571)
searchPerbesar
Desain prototype Smart Jacket for Hiker (SACKER) karya mahasiswa ITS
Kisah pendaki gunung yang tersesat, hilang kontak, atau ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian telah menginspirasi lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggagas SACKER, Smart Jacket for Hiker.
ADVERTISEMENT
Talia Kamil, mahasiswi jurusan Teknik Mesin yang juga Ketua Tim SACKER menjelaskan bahwa SACKER adalah jaket yang dilengkapi dengan komponen Global Global Positioning System (GPS) dan pulse sensor untuk mendeteksi lokasi dan detak jantung si pendaki. “Kedua komponen tersebut kami pilih dengan tujuan meminimalisir waktu pencarian jika terjadi kasus hilangnya pendaki,” jelasnya (26/7).
Bersama dengan Cindi Dwi Pramudita (Teknik Informatika), Rafif Fernanda (Teknik Elektro), Jauhari Azhar (Teknik Material dan Metalurgi), serta Raditya Rafie Johari (Manajemen Bisnis), Talia mengoneksikan komponen pulse sensor dengan lampu indikator. “Lampu akan menyala jika detak jantung sang pendaki di atas 90bpm,” imbuhnya.
Mahasiswa ITS Bikin Jaket Pelacak untuk Pendaki yang Hilang di Gunung (858572)
searchPerbesar
Anggota Tim SACKER ITS yang menggagas inovasi jaket untuk keselamatan pendaki
Lampu indikator yang menyala juga berguna untuk memudahkan pencarian korban di malam hari. “Nantinya, data lokasi dan kondisi pendaki dikirim dengan modul komunikasi serial HC-12 yang akan ditampilkan di monitor pada pos registrasi,” terangnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Talia, sebelumnya telah ada gagasan serupa terkait penelitian ini, di antaranya adalah pelampung dan sarung tangan pelacak lokasi. “Bedanya, inovasi kami dilengkapi dengan GPS dan pulse sensor yang kemudian dikemas dalam bentuk jaket,” aku mahasiswi kelahiran Trenggalek, 9 Mei 2001 tersebut.
Berkat ide cemerlang ini, tim mereka berhasil meraih medali perak dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021.
Mahasiswa ITS Bikin Jaket Pelacak untuk Pendaki yang Hilang di Gunung (858573)
searchPerbesar
Sesi presentasi Tim SACKER ITS dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021 secara virtual
Dengan mengusung tajuk SACKER (Smart Jacket for Hiker): GPS and Pulse Sensor – Based Smart Jacket to Monitoring Track and Condition of Hiker, mereka berhasil merampungkan penelitian selama dua bulan berkat bimbingan dosen Teknik Mesin ITS, Ari Kurniawan Saputra ST MT.
Para juri, kata Talia, banyak memberikan komentar positif dan menawarkan bantuan untuk realisasi alat ke depannya. “Menurut mereka, inovasi kami cukup menarik dan dapat direalisasikan meski membutuhkan biaya tambahan untuk memperluas range dari modul transceiver pada alat,” jelas mahasiswi angkatan 2019 tersebut.
ADVERTISEMENT
Meski saat ini penelitian SACKER baru berbentuk tulisan, Talia berharap segera bisa melakukan penyusunan prototype beserta pengujiannya. “Selain itu, kami juga berharap agar SACKER dapat terealisasikan dan diterima oleh banyak orang,” pungkasnya.