Konten Media Partner

Makin Banyak Anak Muda Terkena Gagal Ginjal, Dokter di Surabaya Ungkap Sebabnya

8 November 2025 6:41 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Makin Banyak Anak Muda Terkena Gagal Ginjal, Dokter di Surabaya Ungkap Sebabnya
Tren meningkatnya kasus gagal ginjal di usia muda salah satu faktor penyebabnya karena gaya hidup yang tidak sehat. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM, Dokter Ginjal di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM, Dokter Ginjal di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
Saat ini semakin banyak anak muda yang menjalani cuci darah karena gagal ginjal. Kondisi yang dulu identik dengan lansia kini justru mulai dialami di usia produktif.
ADVERTISEMENT
dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, K-GH, FINASIM, Dokter Ginjal di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, mengungkapkan tren meningkatnya kasus gagal ginjal di usia muda salah satu faktor penyebabnya karena gaya hidup yang tidak sehat.
“Ini tren kasusnya tidak tiba-tiba naik ya. Sudah 5–10 tahun terakhir angka gagal ginjal di usia muda itu mulai meningkat. Utamanya yang usia 18 tahun ke atas di Surabaya," ujar Desca kepada Basra, belum lama ini.
"Penyebabnya bisa karena diabetes, hipertensi, batu ginjal, autoimun, atau infeksi. Tapi rata-rata semuanya berakar dari gaya hidup yang tidak sehat," sambungnya.
Ia mengatakan, faktor risiko yang perlu diwaspadai antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.
ADVERTISEMENT
Perubahan gaya hidup akibat kemajuan teknologi juga berpengaruh besar terhadap meningkatnya risiko gagal ginjal di usia muda. Desca mengingatkan pentingnya aktivitas fisik harian.
“Dulu kalau mau beli makan, harus jalan kaki. Sekarang tinggal pesan lewat aplikasi. Aktivitas fisik makin berkurang. Belum lagi tren makanan viral, mukbang, semua dicoba,” terangnya.
Selain memperbanyak aktivitas fisik, Desca juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan komposisi makanan. Seperti menghindari makanan tinggi garam, tinggi gula dan produk ultraproses.
Dengan menjaga pola hidup sehat dapat mengurangi risiko gagal ginjal.
Sementara itu, sebagian besar pasien gagal ginjal usia muda yang datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi sudah stadium akhir.
“Sekitar 80–90 persen pasien datang terlambat karena merasa tidak ada keluhan. Saat diperiksa, ternyata sudah stadium akhir,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dengan mulai melakukan medical check-up rutin minimal setahun sekali, terutama bagi yang berusia di atas 25 maupun di atas 30 tahun.
“Dulu check-up disarankan di atas usia 40 tahun, tapi sekarang angka gagal ginjal meningkat, jadi mulai usia 25 atau 30 tahun sebaiknya sudah rutin periksa, apalagi jika punya faktor risiko,” tandasnya.