Marak Guru Dilaporkan Wali Murid ke Polisi, Guru di Surabaya Buka Suara
·waktu baca 2 menit

Akhir-akhir ini marak guru dilaporkan ke polisi oleh orang tua. Mereka (wali murid) merasa tak terima sang anak diduga menerima tindak kekerasan dari guru.
Terkait hal tersebut, Rusida Kepala Taman Kanak-kanak di Surabaya, turut buka suara.
"Sebenarnya dari dulu kan sudah ada (guru yang memarahi siswa atau mendisiplinkan siswa), hanya saja sekarang lebih terekspos karena adanya media sosial," ujar perempuan yang kerap disapa Ida ini, kepada Basra, Selasa (25/11).
Ida mengakui hal tersebut sebagai tantangan guru menjalankan tugasnya di era digital seperti sekarang.
"Anak-anak dititipkan kepada kami di sekolah, kami harus sabar menghadapi anak-anak. Sebisa mungkin (kekerasan fisik pada siswa) harus dihindari," terang perempuan yang telah menjalankan profesi sebagai tenaga pendidik selama 36 tahun ini.
Ida menegaskan pendekatan secara personal lebih diutamakan saat menghadapi siswa yang bersikap seenaknya, seperti mengganggu teman hingga menolak mengikuti pelajaran.
"Kalau di kami, kami akan panggil siswa yang bersangkutan, kami ajak ke ruangan lain, kami peluk dia untuk meredam amarahnya," ungkapnya.
Hal tersebut diakui Ida juga sebagai upaya membangun bonding dengan siswa.
Menurutnya, sangat penting guru membangun bonding dengan siswa. Ini untuk meningkatkan motivasi belajar, prestasi akademik, dan karakter positif siswa. Selain itu, ikatan emosional ini menciptakan lingkungan kelas yang kondusif dan aman, memudahkan komunikasi terbuka, serta membantu siswa mengatasi tantangan dalam belajar maupun kehidupan pribadi.
