Masih SD, Aat Sudah Jadi Trainer Internasional Pembuatan Ecobrick dari Sampah
ยทwaktu baca 2 menit

Sejak Januari 2021, Ahmad Arkaan Taamir mulai aktif membuat ecobrick. Hal itu dilakukan untuk mengurangi limbah plastik yang dapat mencemari lingkungan.
Seperti diketahui, limbah plastik yang tidak diolah dengan baik dapat merusak lingkungan hingga mengganggu kesehatan manusia.
Sekitar 8 bulan berjalan, hasil kerja keras Aat (sapaan Arkaan) untuk mengurangi sampah plastik telah membuahkan hasil.
Bahkan kini ia telah menjadi trainer ecobrick termuda dan mendapatkan sertifikat internasional dari GEA (Global Ecobrick Alliance) yang diberikan oleh pengagas ecobrick Russel Maier.
Kepada Basra Aat bercerita sebelum mendapatkan sertifikat tersebut, ia harus mengikuti pelatihan secara daring selama 5 minggu.
"Sejak Juni mulai gabung sama GEA. Waktu pelatihan itu saya diberikan pengetahuan tentang asal plastik, cara membuat ecobrick yang benar, diajarkan prinsip berkolaborasi, hingga praktik membuat ecobrick," kata Aat, Senin (23/8).
Aat mengaku jika selama 8 bulan tersebut ia telah mengumpulkan sekitar 1 ton 650 kg limbah plastik yang ia dapatkan dari warga dan warung adopsi.
Limbah tersebut selanjutnya diolah menjadi ecobrick dan digunakan untuk membuat dinding bengkel ecobrick di lantai dua rumahnya, kursi, meja, tempat sampah otomatis, hingga pagar taman di sekolah.
"Total sudah ada 1,35 ton limbah plastik yang saya olah menjadu 2 ribu lebih ecobrick berukuran 1,5 liter," ucap bocah 9 tahun ini.
Bahkan yang terbaru, ia bersama sang ayah Muhammad Munir, membuat sebuah aplikasi berbasis web bernama GoPlast. Aplikasi tersebut berfungsi untuk mengambil sampah plastik di warung-warung adopsi.
"Jadi untuk saat ini aplikasi masih bisa digunakan oleh warung adopsi saja. Jika limbah plastik di warung sudah terkumpul nanti tinggal saya ambil.
Dalam sekali jemput bisa 500 gram sampai 1 kg limbah plastik saya dapatkan," jelas Aat.
Bahkan ke depan, siswa yang duduk di bangku kelas 4 SDN Nginden Jangkungan 1 Surabaya ini, akan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.
"Karena saya ingin mengurangi sampah plastik di sekitar dan menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan yang ada di sekitar," pungkasnya.
Diketahui, selain menjadi trainer termuda Aat juga dinobatkan menjadi 3 terbaik dalam lomba ecobrick Welibas SP2KM UGM 2021. Bahkan kini, ia juga menjadi finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2021 tingkat SD.
