Konten Media Partner

Masjid Al Akbar Surabaya Berikan Treatment Khusus Agar Hewan Kurban Tak Stres

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyerahan hewan kurban dari PTPN X. Masjid Al Akbar Surabaya mengaku punya treatment khusus agar hewan kurban tak stres jelang disembelih. Foto: Humas Masjid Al Akbar Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Penyerahan hewan kurban dari PTPN X. Masjid Al Akbar Surabaya mengaku punya treatment khusus agar hewan kurban tak stres jelang disembelih. Foto: Humas Masjid Al Akbar Surabaya

Meskipun penetapan Hari Raya Idul Adha jatuh Minggu (10/7), namun Masjid Al-Akbar Surabaya akan menyembelih hewan kurbannya pada keesokan harinya, yakni Senin (11/7).

Helmy M Noor, Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menuturkan, tahapan penyembelihan hewan kurban terdiri atas transit hewan kurban, pemotongan, pencacahan, pengemasan, dan distribusi.

"Agar hewan tidak stres, maka lokasi transit hewan, pemotongan, dan pencacahan terpisah alias hewan tidak mengetahui saat temannya disembelih," ujarnya kepada Basra, Jumat (8/7).

Penyembelihan dilakukan di area lantai dasar masjid yang memang setiap tahunnya digunakan untuk itu. Area ini nantinya akan dibagi ke dalam lima sektor mulai dari transit kedatangan hewan kurban, penyembelihan hingga pemotongan.

“Sapi atau kambing yang datang ke tempat penyembelihan akan disambut dengan karpet merah (red carpet) biar gembira dan tidak stres, untuk kemudian diletakkan di transit area pemotongan hewan," papar Helmy.

Adapun untuk jeroan hewan kurban, lanjut Helmy, akan dibersihkan atau dimasak di lokasi yang berbeda dan bukan di sungai agar tidak menimbulkan pencemaran.

Selain itu, kotoran dan limbah hewan kurban juga akan diproses menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman di sekitar Masjid Al Akbar.

"Sedangkan untuk distribusi daging kurban mendasari data pengajuan dari kelurahan sekitar Masjid Al Akbar, serta pengajuan lembaga sosial yang sudah diverifikasi. Panitia tidak membagikan daging kurban di masjid, melainkan langsung dikirim ke penerima," jelas Helmy.

Untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kata Helmy, maka proses kedatangan, perawatan, dan pemotongan kurban akan disupervisi oleh Tim dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya.

"Update perolehan hewan kurban hingga Kamis 7 Juli pukul 16.00 adalah Sapi 14 ekor, dan kambing 30 ekor," tandasnya.