Melihat Aksi Senior Girls Tiger Football Academy yang Terampil dan Kompetitif
·waktu baca 4 menit

Terik panas Matahari yang menyengat siang itu tidak membuat patah semangat anak anak klub sepak bola wanita Senior Girls Tiger Football Academy (TFA) menuntaskan pertandingan.
Semangat dan kekompakkan tim membuat akhir pertandingan berbuah manis dengan skor 7 – 0 setelah menghempaskan Arigato FC pada pertandingan persahabatan di Lapangan Pakuwon Golf and Family Club, Sabtu (24/9/2022).
Teriakan penyemangat dari pemain cadangan dan suporter memberikan ekstra tenaga tersendiri bagi pemain yang tengah berlaga, meskipun para pemain dilapangan terlihat terengah-engah mengatur nafas.
Di pinggir lapangan juga terlihat Matthew Green selaku pelatih TFA tak pernah lelah meneriaki para pemainnya untuk terus mengejar lawan dan menjaga pertahanan saat lawan mulai masuk menyerang.
Tiger Football Academy (TFA) adalah sebuah komunitas nirlaba, awalnya dimulai pada Januari 2020 di bawah bimbingan staf dari Surabaya European School (SES). Pada awalnya program ini terbilang sukses namun program ini sempat terhenti karena adanya pembatasan covid.
Dukungan penuh dari SES, menjadikan Klub bola TFA ini membuka diri untuk murid dari SES mampun diluar SES, hingga sekarang memasuki pertengahan semester pertama.
Meski untuk saat ini masih didominasi murid dari kalangan anak anak, TFA diatur dengan baik dan dijalankan secara profesional sehingga anak-anak dapat bermain di lingkungan yang aman dan terpantau dengan akses ke teknik pembinaan sepak bola modern dengan pelatih dan asisten pelatih yang terampil dan berkualitas.
“Seperti pembagian kelompok Akademi ini dibagi menjadi lima kelompok, Junior Campuran (usia 5-8), Putra Menengah (usia 9-12), Putri Menengah (usia 9-12) dan Senior Putra dan Senior Putri (usia 13-18),” jelas Matthew.
Sambil jalan, Akademi TFA ini memiliki lebih dari 130 pemain terdaftar dan terus berusaha untuk berkembang di tahun-tahun mendatang, tujuannya adalah untuk terus mengembangkan keterampilan para pemain dan memainkan permainan kompetitif.
“Dan yang terpenting tetap memastikan bahwa anak-anak bersenang-senang dan bermain dengan rasa hormat untuk semua,” kata Matthew.
Menanggapi pertandingan persahabatan yang akan sering digelar, TFA menyambut setiap kesempatan untuk bermain melawan tim lokal dengan sungguh-sungguh.
“Melihat hasil pertandingan hari ini maka kami percaya TFA adalah kekuatan yang harus diperhitungkan,” tandas Matthew Green.
Pemain cadangan dan suporter TFA sontak berdiri dan meneriakkan yel yel saat Liana Myring mencetak gol pembuka.
Ia menerobos pertahanan lawan dan melesakkan tendangan tepat ke gawang lawan. Tak lama kemudian Chloe Sun menambah kemenangan dengan tendangan bebas jarak jauh.
Pemain lainnya Viany Uskono juga berkontribusi mengumpulkan poin dengan mencetak dua gol yang dibuat dengan baik.
Permainan sayap Kharisa Tamphanuwat pun demikian ciamik, pemain yang gesit ini mencetak gol setelah ia memotong umpan dan melepaskan tembakan ke gawang.
Pada babak kedua TFA bereksperimen dengan pemain yang lebih muda, lagi lagi Myring berhasil mencetak gol keduanya dari umpan silang Tamphanuwat.
Gol ketujuh ditambahkan di sepertiga akhir ketika penyerang Rafflyne Halim berhasil memasukkan bola kedalam gawang dengan sepakan yang cukup keras.
“Para pemain TFA hanya melakukan latihan dua kali sebelum menghadapi pertandingan,” kata Coach Matthew Green usai pertandingan.
Menurut Matthew meski pemainnya kurang pengalaman, ia tidak pernah mengintimidasi mereka atau menahan mereka untuk bermain dengan semangat, komitmen, sportif.
Dalam pertandingan persahabatan kemarin ia membagi tiga lapis pemain, dengan harapan memberikan pemain kesempatan untuk bersinar dan menunjukkan bakat mereka.
Permainan Arigato FC sendiri tidak begitu buruk, tetapi berkat performa pertahanan yang kuat yang digalang Chanelle Herho, Saina Husen, Chloe Sun dan Rachel Halim, serta kiper Sefanya Cecilia mereka berhasil mempertahankan gawang mereka.
Para pemain TFA puas dengan kemenangan ini. “Pertandingan hari ini menyenangkan, terutama karena ini adalah pertandingan pertama musim ini. Meski ada beberapa area teknis yang dapat kami tingkatkan, kami sudah bekerja keras dan upaya kami tidak sia-sia,” ujar co-kapten Chloe Sun.
Sementara Co-kapten Kharisa Tamphanuwat menyebut arti TFA baginya.
“Saya suka bagaimana sepak bola menghilangkan semua kekhawatiran dan stres saya. TFA juga merupakan komunitas yang sangat ramah dan semua pemain sangat mendukung satu sama lain. Kenangan ini akan tetap bersama saya sepanjang hidup saya,” pungkasnya.
