Konten Media Partner

Melihat Mesin Cetak Braille Bersuara Ciptaan ITS dan ITTelkom

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melihat Mesin Cetak Braille Bersuara Ciptaan ITS dan ITTelkom
zoom-in-whitePerbesar

ITTelkom Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) baru saja mengeluarkan inovasi terbaru berupa mesin cetak braille.

Rektor ITTelkom Surabaya Tri Arief Sardjono mengatakan, mesin cetak braille ini sangat penting eksistensinya karena merupakan mesin bantu untuk tuna netra. Di mana saat ini kondisi mesin cetak braille yang ada di seluruh Indonesia sudah usang bahkan hampir 90 persennya mengalami kerusakan.

Arief juga menuturkan, jika mesin cetak braille yang selama ini digunakan oleh banyak SLB di seluruh Indonesia merupakan mesin besutan Swedia. Selain itu, harganya yang sangat mahal di mana suku cadangnya sendiri ada di luar negeri.

"Hal inilah yang melatarbelakangi civitas akademika ITTelkom Surabaya dan ITS untuk membantu mencarikan solusi dengan membuat prototipe mesin braille. Ini merupakan inovasi yang sangat bermanfaat untuk membantu anak-anak SLB tunanetra di pelosok Indonesia untuk terus belajar demi masa depan generasi," kata Arief, Sabtu (1/5).

Sebelumnya, mesin cetak braille ini telah dikeluarkan oleh ITS sekitar tahun 2017 dan mempunyai kemampuan mencetak 400 karakter per detik atau 1200 halaman per jam pada dua sisi kertas (double-sided).

Untuk mesin cetak generasi berikutnya di bawah ITTelkom Surabaya dikembangkan dengan menambahkan piranti suara (mesin cetak bicara) untuk memudahkan adik-adik tuna netra dalam mengenali tombol pada mesin.

Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak tunanetra untuk terus belajar.

“Kami berharap ini dapat menjadi solusi untuk pergantian mesin braille yang telah rusak tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal sehingga siswa-siswa berkebutuhan khusus, khususnya tunanetra dapat terus belajar. Nantinya mesin cetak braille ini akan diberikan ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Tuna Netra Tan Miyat yang berada di bawah naungan Kemensos," pungkasnya.