Menapak Tilas Sejarah Kesehatan Indonesia dari Masa ke Masa

Surabaya punya beberapa museum edukatif yang bisa dikunjungi selama libur sekolah seperti ini. Satu di antaranya Museum Kesehatan Dr. Adhyatama, MPH di Jalan Indrapura No. 17 Surabaya.
Menurut Hariadi, juru kunci museum, museum kesehatan ini baru diresmikan pada 14 September 2004. Di dalam museum ini terdapat informasi tentang sejarah kesehatan, kesehatan budaya, teknologi kesehatan manusiawi, teknologi kesehatan lingkungan, dan museum luar.
"Pada bagian pertama, museum tentunya berisi informasi tentang sejarah kesehatan Indonesia. Mulai dari alat-alat yang digunakan untuk penyembuhan hingga teknik-tekniknya. Ada pula foto dokter pertama di Jawa yaitu Padoeka Nona M. Thomas, ada juga sertifikat pertama dokter, serta koleksi baju dokter pertama yang berbeda dengan dokter sekarang yang mengenakan jas putih," jelas kakek berusia 80 tahun ini saat menemani Basra berkeliling pada Selasa (2/7/19).
Di museum ini ada pula beberapa gambar menteri kesehatan yang pernah menjabat dari masa ke masa, serta para tokoh kesehatan Indonesia dan dunia, dan tak ketinggalan dokter-dokter dunia yang berperan penting pada perkembangan ilmu kesehatan.
Termasuk foto Dr. Adhyatma, MPH yang pernah menjabat menjadi Menteri Kesehatan RI di tahun 1988 sampai tahun 1993.
Bagian yang paling menarik dari museum ini adalah bagian kesehatan budaya yang berisi alat peraga pengobatan tradisional dan pengobatan mistis yang menggunakan jelangkung ataupun jenglot.
Zaman dulu, ada boneka yang diberi nama 'nini towok' untuk menolak bala dan menjaga keselamatan desa, sedangkan jelangkung digunakan untuk memanggil roh yang dipercaya bisa menyampaikan diagnosis suatu penyakit dan jenis pengobatannya.
Tak ketinggalan turut dihadirkan pula ruang teknologi kesehatan lingkungan yang menampilkan alat penjernih air sederhana serta alat pembuatan pupuk kompos skala rumah tangga. "Ruangan teknologi kesehatan lingkungan ini sesuai dengan misi Bu Risma yang sedang giat menciptakan kebersihan lingkungan," imbuh Kakek Hariadi.
Yang terbaru Museum Kesehatan juga memiliki museum luar yang berisi ragam tanaman toga hingga alat refleksi kesehatan, seperti jalan setapak bergerigi. Disini ada pula bath up untuk mandi lumpur.
Beberapa penemuan di bidang medis yang bisa kita tengok di sini di antaranya inovasi shoulder protesis yang ditemukan oleh Prof. Dr. Djoko Roeshadi, lalu ada dermatograph (alat pendeteksi lepra) yang ditemukan oleh Prof. Goenawan, dan kumparan penangkal geopatogen yang ditemukan oleh dr. Jatno.
Museum Kesehatan juga memiliki perpustakaan khusus yang menyimpan beragam literatur tentang kesehatan. Mulai dari sejarah, tokoh, penyakit, peralatan, dan beragam hal lainnya. Tidak hanya berupa buku, perpustakaan ini juga menyimpan dalam bentuk media lain seperti rekaman, video, kaset, majalah, dan lain sebagainya.
Museum ini buka tiap Senin-Jumat pada pukul 08.00-15.00 WIB dengan biaya tiket Rp 1.500 per orang. (Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)
