Konten Media Partner

Mengunjugi Rumah Batik Dolly di Surabaya, Wajah Baru Eks Lokalisasi

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengki Gunawan membatik di Rumah Batik Dolly. Foto-foto : Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Pengki Gunawan membatik di Rumah Batik Dolly. Foto-foto : Masruroh/Basra

Sejak ditutup enam tahun silam, eks lokalisasi Dolly yang berada di kawasan Putat Jaya Surabaya mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah kehadiran Rumah Batik. Di tempat ini warga dan wisatawan dapat belajar membatik sekaligus mengenal batik khas eks lokalisasi Dolly.

Menurut Pengki Gunawan, pembina di Rumah Batik, awalnya Rumah Batik Dolly yang berlokasi di Putat Jaya 8B itu merupakan sentra pelatihan membatik bagi warga di Kelurahan Putat Jaya. Namun seiring berjalannya waktu, Rumah Batik Dolly telah menarik minat warga di luar Putat Jaya.

"Rumah Batik merupakan UKM binaan Pemkot Surabaya, awal didirikan pada 2016 merupakan sarana belajar serta observasi bagi warga sekitar tanpa dipungut biaya alias gratis. Tapi sekarang banyak warga di luar Putat Jaya yang juga belajar membatik disini," jelas Pengki kepada Basra, Sabtu (4/1).

Di Rumah Batik ini, lanjutnya, warga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk memproduksi batik setiap seminggu sekali. Jenis batiknya sendiri ada batik tulis dan batik cap dengan motif atau corak khas eks lokalisasi Dolly, yakni tanaman jarak dan kupu-kupu.

Pengki mengatakan, tanaman jarak dipilih sebagai motif batik khas eks lokalisasi Dolly tak terlepas adanya kampung Jarak di kawasan tersebut.

"Disini ada Kampung Jarak hingga Pasar Jarak yang cukup dikenal warga Surabaya. Kalau untuk motif kupu-kupu karena dulu disini kan dikenal dengan keberadaan 'kupu-kupu malam' (wanita penghibur)," urai Pengki.

Batik Suroboyoan.

Tidak hanya berfokus pada membatik, di tempat ini juga ada pelatihan untuk mengelola kain kreatif, seperti jumbutan, shibori, eco print, sulam pita dan lukis.

Dengan kehadiran Rumah Batik tersebut diharapkan warga yang sudah belajar di rumah batik dapat menjadi pengusaha batik secara mandiri.

"Siapa saja bisa belajar di sini tanpa memandang latar belakang. Semua silakan bergabung," imbuhnya.

Sementara itu untuk produk batik dari Rumah Batik dapat dijumpai di sentra-sentra kerajinan maupun pusat oleh-oleh di Surabaya, salah satunya di Siola.

"Untuk batik cap harganya Rp 125 ribu per meter, sedangkan batik tulis harganya mulai Rp 300 ribu per dua setengah meter," pungkas Pengki.