Konten Media Partner

Mengunjungi Makam Wali Kota Mustajab, Wali Kota Surabaya ke-13 yang Tak Terawat

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Jalan Walikota Mustajab memang cukup populer di kalangan Warga Surabaya. Nama tersebut sengaja dibadikan untuk mengingat mendiang R. Moestadjab Soemowidagdo yang merupakan Wali Kota Surabaya pada periode 1952-1956.

Sayangnya, kepopuleran jalan tersebut berbeda jauh dengan kondisi makam walikota ke-13 di Surabaya yang memprihatinķan dan tidak terawat.

Berlatar belakang hal itu, Paguyuban Seni Budaya Nusantara (Paseban) Surabaya berinisiatif mengadakan ziarah kubur, mempercantik makam, melakukan upacara dan tabur bunga di tempat peristirahatan terakhir Wali Kota Mustajab, bersama sang istri NY. R.A. Isminah Moetadjab yang berlokasi di TPU Karang Tembok, Surabaya.

Makam Walikota Mustajab sebelum dibersihkan. Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Sebelum melakukan upacara bendera, para anggota Paseban dan Perkumpulan Unit-unit Reog Ponorogo Surabaya (PUR-BAYA) bersama warga sekitar terlebih dahulu membersihkan makam tersebut secara gotong royong.

"Jadi kegiatan ini kami lakukan untuk mengisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para pahlawan pejuang di negeri ini," ucap Ir. Siswandi selaku Ketua Paseban Indonesia pada Basra, Senin (17/8).

Dalam kesempatan itu, Siswandi juga menjelaskan, jika Walikota Mustajab merupakan ketua panitia pembangunan Tugu Pahlawan Surabaya pada saat kepemimpinan presiden Ir. Soekarno.

Dimana pada saat itu, Walikota Mustajab mengajak seluruh warga untuk gotong royong membangun Tugu Pahlawan.

Sayangnya, perjuangan Walikota Mustajab itu tidak diimbangi dengan pengetahuan para generasi penerus bangsa yang kurang mengetahui akan sejarah para pahlawan.

"Jadi Pak Mustajab ini membangun Tugu Pahlawan dengan urunan warga. Bagaimana warga untuk diajak gotong royong itu gampang. Tinggal lihat pemimpinnya bisa dibuat contoh atau tidak. Arek-arek Suroboyo ini jiwanya luar biasa. Tapi sayang sejarah-sejarah seperti ini banyak yang tidak tau, hingga makam para pahlawan ini terbengkalai," jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Siswandi berharap para pemimpin bangsa, khususnya pemimpin di Surabaya untuk lebih peduli dengan makam-makam para pahlawan.

"Saya berharap pemimpin Surabaya, kalau mau mendengar tolong makam pahlawan di Surabaya dilestarikan, kalau bisa dipagar. Kita jangan jadi anak durhaka. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya," pungkasnya.

Selain ke makam Walikota Mustajab, di HUT RI ke-73 ini rombongan Paseban juga berziarah ke makam pendiri Persebaya M. Pamoedji dan juga ke makam pencipta lagu Indonesia Raya Wage Rudolf Soepratman.