'MoMiracle', Merayakan Kasih Sayang untuk Ibu lewat Lukisan

Tidak lama lagi masyarakat Indonesia akan memperingati Hari Ibu pada 22 Desember mendatang. Untuk merayakan rasa kasih sayang pada ibu, Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur mengelar pameran lukisan bertajuk 'MoMiracle'.
Aimee Tri selaku ketua pelaksana pameran mengatakan, pameran yang menampilkan 34 karya dari beragam peserta yang berprofesi sebagai guru hingga pensiunan PNS ini merupakan bentuk kecintaan, kerinduan dan memori tentang sosok ibu.
"Pameran ini merupakan wujud dari kerinduan, kecintaan, romantisme dan kerinduan mengenai ibu. Yang di personifikasikan para pelukis dengan karakter, gaya dan juga media yang berbeda-beda," kata Aimee pada Basra, Rabu (11/12).
Meskipun bertema tentang ibu, karya lukisan yang ditampilkan pun tak melulu menampilkan sosok ibu.
"Para pelukis dalam hal ini bebas mengekspresikan perasaannya masing-masing. Ada tentang suasana pemandangan yang pernah dikunjungi dengan ibu, adapula suasana pedesaan dimana tempat ibunya tinggal. Jadi sangat variatif," tambahnya.
Misalnya saja Aimee, yang menunjukan karya miliknya berjudul 'Cinta Tanpa Syarat'.
Karya tersebut bercerita tentang ungkapan rasa cintanya pada anaknya yang terlahir istimewa.
"Kalau biasanya kita mengungkapkan rasa cinta pada ibu kita. Dalam lukisan ini, saya memilih mengekpresikan rasa cinta saya pada anak saya, yaitu cinta tanpa syarat," jelasnya.
Selain Aimee, ada pula Avy Salma yang mengungkapkan rasa sayangnya pada adiknya lewat lukisan berjudul 'Hope'.
"Jadi lukisan ini bercerita tentang harapan, doa, serta cinta seorang perempuan muda yang nantinya akan menjadi seorang ibu. Tapi masih tetap ingat dan bisa diandalkan untuk keluarga, dalam hal ini adik saya yang terlahir istimewa," ungkap gadis 19 tahun ini.
Dengan adanya pameran ini, Aimee dan IWPI Jawa Timur berharap, pameran ini bisa menjadi penghargaan kepada kasih ibu dan semua perempuan dengan berbagai latar belakang.
"Yang pasti para perempuan ini bisa terus berkarya dan bermanfaat bagi kesenian Jawa Timur dan tidak lupa akan tugasnya sebagai perempuan," pungkasnya.
Diketahui, pameran yang dipersiapkan selama enam bulan ini berlangsung di Galeri Paviliun House of Sampoerna Surabaya dan akan dibuka secara resmi pada 13 Desember 2019 hingga 11 Januari 2020 mendatang.
