Mural Baru Selesai Dibuat Jadi Sasaran Vandalisme, Eri Cahyadi: Goleki Pelakune!
·waktu baca 2 menit

Mural di kawasan Jalan Gubeng Pojok, Surabaya, baru selesai dikerjakan, namun tak lama kemudian dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun saat ini tengah memburu pelaku aksi vandalisme tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan telah meminta perangkat daerah (PD) terkait untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Ia menyebut jika di sekitar lokasi mural telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV) yang dapat membantu dalam proses identifikasi pelaku.
"Nah ini sudah saya minta itu sama teman-teman, kan ada CCTV-nya, diproses lah. Makanya saya berharap, kalau sudah dimural jangan dirusak," tegas Eri, Rabu (5/11).
Eri mengaku prihatin atas insiden vandalisme tersebut. Menurut dia, pembuatan mural membutuhkan tenaga dan dedikasi tinggi dari para seniman muda Surabaya.
"Arek-arek (mengerjakan) susahnya seperti itu, divandalisme. Ini saya minta (cari) CCTV, proses sampai dapat, hukumannya jangan ringan-ringan, yang berat sekalian. Karena merusak fasilitas umum," tukasnya.
Menurutnya, tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum dapat dijerat pidana. "Saya pidanakan, karena merusak fasilitas umum kan bisa masuk kategori pidana," ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa titik kamera pengawas di sekitar lokasi mural yang akan membantu Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya dalam melacak pelaku.
"Insyaallah ada beberapa (CCTV) tiga atau dua. (Pelaku) lagi dicari itu sama teman-teman. Saya bilang goleki (cari) sampai ketemu (pelakunya),” katanya.
Ia juga menegaskan, mural tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan menjadi bagian dari upaya mempercantik kota. "Karena ini merusak fasilitas umum, terus dibangun dengan uang negara, (mengerjakannya) soro (susah)," ujarnya.
Eri menjelaskan filosofi mural di Jalan Gubeng Pojok menggambarkan keberagaman suku, ras, agama, serta keindahan wisata di Kota Pahlawan. "Jadi beragam agama, beragam suku, sehingga itu menyatukanlah tempat-tempat wisata. Makanya kita harus menjaga Surabaya bareng-bareng," jelasnya.
Eri juga menyampaikan pesan bagi pelaku vandalisme agar menyadari kesalahannya. "Semoga yang tangannya jahil, jadi gak jahil lagi. Semoga yang tangannya jahil, dibuka hatinya biar sadar. Bagaimanapun dia ya wargaku. Maka satu-satunya yang bisa membolak-balikkan hatinya manusia adalah Gusti Allah," pungkasnya.
