Nantikan, Pesona Wastra Jawa Timur akan Tampil di Pantai Midodaren Tulungagung

Konten Media Partner
10 Juni 2024 9:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Busana karya desainer Lia Afif dari tenun Kediri ini akan tampil di ajang East Java Fashion Harmony 2004 di Pantai Midodaren, Tulungagung, 22 Juni mendatang. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Busana karya desainer Lia Afif dari tenun Kediri ini akan tampil di ajang East Java Fashion Harmony 2004 di Pantai Midodaren, Tulungagung, 22 Juni mendatang. Foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Provinsi Jawa timur (Jatim) memiliki kekayaan wastra yang cukup beragam. Mulai dari batik, tenun, lurik, dan sebagainya. Untuk mengenalkan kekayaan wastra Jatim, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim kembali menghadirkan East Java Fashion Harmony 2024. Digelar 22 Juni mendatang di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung, East Java Fashion Harmony 2024 mengusung tema Rise of Reminiscence yang berarti kenangan (tenun) yang dihidupkan kembali.
ADVERTISEMENT
"East Java Fashion Harmony tahun 2024 yang membedakan dengan tahun sebelumnya adalah bentuknya (gelaran) tahun ini festival. Jadi tidak hanya peragaan busana, tapi ada juga pertunjukan budaya, UKM dan beragam wastra," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari kepada Basra, akhir pekan kemarin.
Evy melanjutkan, kegiatan ini diikuti 30 desainer muda siswa SMK, enam desainer profesional Jatim dan mancanegara, serta desainer dan model disabilitas dan 35 model profesional Jatim.
Ada pun Pantai Midodaren dipilih sebagai venue dengan pertimbangan bahwa Pantai Midodaren merupakan daya tarik wisata yang saat ini telah dikembangkan dan memiliki fasilitas yang memadai.
"Bahkan sebagaimana diketahui, tahun 2023 lalu pantai Midodaren telah meraih penghargaan East Java Tourism Award dan lokasi berada di jalur lintas Selatan. Sekaligus sebagai upaya untuk mempromosikan daya tarik wisata dan menggerakkan ekonomi di jalur lintas Selatan," terang Evy.
Dalam pagelaran ini konsep yang diangkat adalah busana kebaya dan sarung ready to wear dari bahan tenun Jatim.
ADVERTISEMENT
Wastra tenun yang diproduksi dan diperagakan mengoptimalisasi dari produk UMKM tenun yang berkembang dan memiliki karakteristik kuat tentang motif kearifan lokal di Jatim, antara lain dari Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto dan yang lain.
"Tahun ini banyak diikuti desainer muda (SMK), karena kami ingin menunjukkan kalau pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia tidak cuma teori, tapi bisa jadi keahlian dan sumber penghasilan," tukas Evy.
Salah satu desainer profesional yang turut unjuk karya dalam gelaran ini adalah Lia Afif. Ia akan menampilkan karya busana berbahan tenun dari Kediri.
Menurut Lia, saat ini banyak juga peminat tenun dari Jatim. Hanya saja tantangannya adalah kesiapan para perajin tenun dalam berproduksi.
"Karena saya sebelumnya menanyakan dulu kepada perajin siap atau tidak untuk memenuhi produksi dalam jumlah banyak dan cepat. Karena ini berkaitan dengan produksi saya," tutur desainer berhijab ini.
ADVERTISEMENT
Dalam karyanya nanti, Lia akan mengangkat tema Ambara Rupa. Busana yang akan ia tampilkan menggunakan warna warna alam dari laut, seperti tosca, silver, dan biru.
“Diharapkan ini bisa memberikan ambien menyatu dengan lokasi acara. Kami juga akan menampilkan tujuh dress dan pakaian busana palazo. Semoga bisa semakin mempopulerkan tenun Jatim khususnya Kediri,” tandas Lia.