Konten Media Partner

Nasihat Tak Mempan, Ini Cara Menangani Anak Kecanduan Judi Online

BASRA (Berita Anak Surabaya)verified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak main gawai. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak main gawai. Foto: Pixabay

Judi online tak hanya merajalela di kalangan dewasa, anak-anak juga turut menjadi pelaku judi online. Ketua Bidang Data Komunikasi dan Litbang Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur M Isa Anshori mengungkapkan bukan perkara gampang untuk bisa memberantas judi online, apalagi jika sudah merambah pada anak.

"Menurut saya susah ya. Artinya susah itu karena kondisi keluarga cukup mempengaruhi, terutama tingkat kemampuan orang tua mengawasi anaknya," ujar Isa kepada Basra, (21/6).

Isa menuturkan butuh tindakan tegas untuk bisa memberantas judi online, termasuk di kalangan anak-anak. Tindakan tegas tersebut bisa jadi shock therapy bagi anak.

"Harus ada tindakan tegas kepada penyelenggara judi online itu. Kalau ada tindakan tegas akan membuat anak menjadi takut untuk terlibat judi online," tuturnya.

www.garrya.com

"Anak-anak zaman sekarang itu tidak bisa hanya dinasihati saja, harus ada tindakan tegas yang nyata. Jadi shock therapy bahwa kalau melakukan perbuatan (judi online) itu makan akibatnya bisa seperti ini," sambungnya.

Isa lantas memberikan contoh penanganan anak yang kerap ikut kebut-kebutan atau balap liar. Menurut Isa, anak-anak tersebut tak akan mempan atau berhenti jika hanya dinasihati.

"Lain halnya kalau mereka diajak ke IGD dan ditunjukkan secara langsung korban kecelakaan lalu lintas karena kebut-kebutan. Sama seperti halnya judi online, ada shock therapy untuk anak sehingga mereka berpikir lagi kalau mau berbuat," tandasnya.